Headlines

Sebanyak 300 Delegasi dari 117 Negara Mengikuti Konferensi ke-15 IAMRA, Bahas Aturan Dunia Kesehatan

Kabardenpasar –  Sebanyak 304 peserta delegasi dari 117 lembaga/ negara anggota IAMRA, yang mewakili 5 Benua didunia, yaitu Benua Amerika, Eropa, Afrika, Australia, dan Asia, mengikuti Konferensi ke-15 Konsil Kedokteran Internasional (International Association of Medical Regulatory Authorities/ IAMRA) di Hotel Merusaka, Nusa Dua, Bali.

Kegiatan tersebut akan berlangsung selama tiga hari, mulai 6-9 November 2023.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, saat membuka konferensi ke-15 IAMRA di Hotel Merusaka, Nusa Dua, Bali, Selasa 7 November 2023 mengatakan mendukung penuh pelaksanaan konferensi ini. “Konferensi ke-15 Konsil Kedokteran Internasional (International Association of Medical Regulatory Authorities/IAMRA) ini, sangat penting. Ke depannya diharapkan konferensi ini, dapat mendukung transformasi kesehatan, tenaga kesehatan, dan hubungan dengan aturan-aturan dengan transformasi kesehatan,” kata Budi Gunadi.

Menkes telah menetapkan ada enam jenis transformasi yang akan dilakukan, yakni transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan.

“Kita melakukan enam pilar transformasi. Pertama adalah layanan primer. Ini yang paling penting edukasi kesehatan. Kedua adalah transformasi layanan rujukan rumah sakit. Ketiga transformasi sistem ketahanan kesehatan. Ini kalau ada pandemi, kita lebih siap dari sisi obat-obatan, alat-alat kesehatan, tenaga kesehatan cadangan itu masuk ke sana, termasuk surveilance terhadap penyakit menular. Kita ingin pastikan baik lokal, nasional, maupun regional itu harus siap,” urai Budi.

Transformasi keempat adalah transformasi sistem pembiayaan kesehatan. Hal ini sebagian besar layanan kesehatan terdapat di BPJS. Namun, ada juga asuransi swasta yang harus dipastikan keberlanjutannya.

Transformasi kelima adalah SDM Kesehatan dan keenam adalah transformasi Teknologi Kesehatan, ini terkait teknologi informasi dan bioteknologi.

“Itu adalah enam kerangka besar yang akan kita kejar sampai 2024,” jelas Budi.

Sementara Ketua Panitia Konferensi IAMRA 2023, Prof Taruna Ikrar MD, PhD, mengatakan, IAMRA yang diselenggarakan di Pulau Bali ini adalah peristiwa penting, dimana para pemimpin, pakar, dan visioner di bidang regulasi medis berkumpul dari seluruh penjuru dunia untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan membentuk masa depan profesi di bidang kesehatan.

“Peraturan medis merupakan inti dari jaminan keselamatan dan kesejahteraan pasien di seluruh dunia. Misi kolektif kami adalah menciptakan jalur menuju keunggulan dalam praktik medis, menjunjung tinggi standar etika, dan menciptakan kerangka kerja yang menjamin kepercayaan dan keyakinan terhadap sistem layanan kesehatan,” ujarnya.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan yang tulus kepada semua sponsor kami, panitia penyelenggara yang berdedikasi, dan Anda masing-masing yang telah mencurahkan waktu, keahlian, dan semangat Anda untuk mewujudkan seminar ini,” tambahnya.

“Saat kita berkumpul di Bali, mari kita rangkul semangat kolaborasi, inovasi, dan kemajuan. Diskusi kami dalam beberapa hari mendatang akan menyelidiki topik-topik kompleks dan penting yang memiliki implikasi luas terhadap regulasi medis. Bersama-sama, kita mempunyai peluang untuk membentuk masa depan layanan kesehatan, mempengaruhi kebijakan, dan mendorong perubahan positif dalam skala global,” sambung Taruna yang juga Profesor di Universitas Pertahanan RI.

Taruna mengatakan, pihaknya mendorong para delegasi untuk terlibat dalam dialog terbuka, berbagi wawasan, dan membina hubungan yang akan memiliki dampak jangka panjang pada lanskap peraturan.

“Melalui upaya kolektif kami, kami dapat memastikan bahwa pasien di seluruh dunia menerima layanan dengan kualitas terbaik dan bahwa profesi medis terus menjadi penjaga kesehatan yang terpercaya,” katanya.

“Terima kasih atas dedikasi Anda terhadap tujuan mulia ini, dan saya menantikan diskusi dan kolaborasi mencerahkan yang akan terjadi di masa mendatang. Selamat datang di konferensi ini di Bali, dan mari kita memulai perjalanan pengetahuan, kemajuan, dan transformasi ini,” tambah Taruna yang juga Director of Members-at-Large di IAMRA ini.

Ketua IAMRA, Dr. Heidi Oetter, mengatakan mengatakan sangat antusias dengan tema Konferensi tahun ini. “Regulasi di dunia yang terganggu: tantangan dan peluang.’ Ini juga merupakan kesempatan yang sangat penting, karena ini adalah pertama kalinya komunitas IAMRA berkumpul secara fisik selama lebih dari lima tahun setelah gangguan-gangguan baru-baru ini akibat pandemi,” beber Heidi didamingi DR Joan dan Prof Hank.

Selama dua setengah hari ke depan, para delegasi akan membahas isu-isu kunci dalam regulasi kesehatan dan kedokteran di seluruh dunia.

Ini termasuk bagaimana regulasi merespons dampak teknologi yang sedang berkembang seperti kecerdasan buatan dan gangguan pasar lainnya, peluang dan tantangan dalam berinteraksi dengan masalah-masalah sistem seperti mendukung akses tenaga kerja medis, peran otoritas regulasi dalam mengatasi rasisme dan dampak perubahan iklim, dan bagaimana mendukung kesejahteraan dan kesehatan praktisi dengan baik.

Para delegasi juga akan menghadiri dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sebagai bagian dari program Konferensi yang menyoroti warisan budaya yang kaya dan keindahan alam Bali, “Pulau Para Dewa.”

IAMRA berharap dapat membangun kesuksesan Konferensi ini dengan berbagai layanan berkelanjutan untuk mendukung anggotanya dan mitra-mitra, termasuk melanjutkan program webinar, dan berbagi informasi secara rutin mengenai isu-isu praktik terbaik dan teknik dalam regulasi tenaga kesehatan, serta perencanaan untuk konferensi berikutnya pada tahun 2025. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *