Headlines

Lebih Banyak Berita Hoaks yang Diterima dari Orang Yang Dapat Dipercaya

Bima NTB – Salah satu yang harus diwaspadai dengan semakin masifnya perkembangan dunia digital adalah massifnya penyebaran berita hoaks. Menurut Drs. Syahrul, Kadis DP3AKB Kabupaten Bima dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis 26 Agustus 2021, berita bohong atau hoaks juga bisa menyebar ke khalayak ramai dengan cepat menjadi hal yang perlu kita wBimaaspadai.

“Hoaks adalah berita bohong atau berita tidak bersumber. Hoaks adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar tapi dibuat seolah-olah benar adanya. Hoaks bisa juga adalah upaya memutarbalikkan fakta,” ujar Syahrul dalam webinar yang dipandu oleh Kika Ferdind ini.

Lebih lanjut kata Syahrul, banyak alasan kenapa orang mengira suatu berita bohong yang diterima adalah bukan hoaks. Berdasarkan survei tahun 2019, 63,30% orang percaya hoaks karena didapatkan dari orang yang dapat dipercaya. 

Misal saja seperti yang didapat dari hasil survei tahun 2019 bahwa 63,30% berita hoaks biasa diperoleh dari orang yang dapat dipercaya. Selain itu, masih dari hasil survei yang sama, bahwa 24,5% kalimat dalam berita hoaks itu meyakinkan, 8,50% terpengaruhi pilihan politik kubu atau afiliasi organisasi dan 3,60% terpengaruh ujaran kebencian.

Lantas bagaimana kita mengenai perbedaan hoaks? 

Syahrul mengungkapkan ciri-ciri hoaks, di antaranya didistribusikan melalui email atau media sosial yang memiliki dampak lebih besar, contoh: Twitter/Instagram. Biasanya juga hoaks berisi pesan yang membuat panik para pembaca dan atau tanpa sengaja ataupun sengaja dibuat seperti itu agar pembaca berpikir itu seperti benar.

Biasanya juga hoaks diakhiri dengan imbauan agar pembaca segera menyebarkan peringatan tersebut ke forum yang lebih luas. Selain itu imbauan ini juga mengundang pembaca untuk menyebarluaskan pada forum yang lain tanpa meneliti dulu kebenarannya. “Akibatnya rantai peredaran data di internet makin padat dengan berita yang tidak benar,” katanya.

Ada beberapa jenis hoaks yang patut diwaspadai yaitu hoaks virus, biasanya dikembangkan oleh para hacker mereka menyebarkan berita bohong ini lewat aplikasi chatting yang biasanya berisi informasi adanya virus yang berbahaya pada perangkat kita pakai komputer maupun smartphone padahal sebenarnya perangkat kita baik-baik saja tidak kenapa-napa.

Ada lagi hoaks kirim pesan berantai, pesan ini biasa jadi apa didapatkan pesan yang aneh, kalau kita tidak melanjutkan pesan ini akan ada karma buruk biasanya seperti itu atau di iming-iming hadiah dengan melanjutkan pesan itu.

Juga hoaks urban legend yang menyoroti tempat-tempat biasanya mengembangkan atau tidak mengunjungi atau tidak membeli karena dianggap mistis. Sehingga akan dapat kerugian pada pesan-pesan tersebut. Serta hoaks dapat hadiah gratis yang sebenarnya sama dengan penipuan online yang biasanya mengirimkan pesan tentang hadiah lalu akan mengalami kerugian. Iklan mengiming-imingi hadiah upaya untuk menyebarkan iklan itu disebarkan luas.

Yang juga sering adalah hoaks tentang kisah menyedihkan. Misalnya seseorang yang sakit sehingga dimanfaatkan untuk menarik simpati untuk mendapatkan sumbangan dari pada pembaca,bahkan dilampirkan dengan nomor rekening.

Serta hoaks pencemaran nama baik. Karenanya kalau kita dapat berita jangan langsung menanggapi dan kita harus paham bagaimana kita mencermati berita tersebut apalagi yang menyangkut nama baik seseorang, padahal belum tentu kebenarannya.

Jika kita mendapati ada hal-hal yang dimaksud di atas makan sikap yang harus kita lakukan adalah jangan langsung percaya dengan judul dan cermati tautannya. “Mereka biasanya memalsukan tautannya meniru situs-situs resmi sehingga perlu diselidiki sumbernya dan cek fotonya sebab biasanya foto tersebut editan dan merupakan duplikasi,” bebernya.

Selain itu perlu juga diperiksa tanggal yang ada dalam berita, voto atau video mencurigakan itu karena sering terjadi bahwa peristiwa itu benar terjadi tetapi terjadi di masa lampau yang baru diberitakan sekarang.

Selain Syahrul, pembicara lainnya adalah Yulia Dian Chandra, Social Media Specialist, Nurul Amalia, Pramugari Saudi Airlines & Digital Content Creator dan Nata Gein seorang Public Figure sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *