Pererat Sinergi, Imigrasi Ngurah Rai Siap Akomodasi Kebutuhan Video untuk Wartawan TV
KABARDENPASAR – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menggelar kegiatan Media Gathering sebagai upaya meningkatkan sinergi dan menjalin kerja sama harmonis dengan media massa.
Acara yang digelar pascapandemi COVID-19 ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang komunikasi dua arah yang hangat antara jajaran Imigrasi dan para jurnalis.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menegaskan bahwa dukungan media sangat krusial dalam menyampaikan informasi akurat kepada masyarakat terkait tugas keimigrasian.
Hal ini meliputi pemeriksaan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, pengawasan Warga Negara Asing (WNA), hingga pelayanan prima bagi WNI maupun orang asing.
“Kami menyadari dukungan rekan-rekan media sangat krusial. Melalui kolaborasi ini, kami berharap pelaksanaan tugas keimigrasian berjalan lebih optimal dan efisien,” ujar Bugie dalam sambutannya.
Apresiasi senada disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Felucia Sengky Ratna. Ia menyebut media sebagai mitra strategis dalam membangun transparansi kinerja Imigrasi di Bali.
“Kegiatan ini adalah wadah untuk membangun keterbukaan. Hubungan yang harmonis adalah kunci utama dalam mengawal kebijakan keimigrasian di Bali,” ungkap Sengky.
Dalam sesi diskusi interaktif, salah satu wartawan, Ambros, menyampaikan aspirasi khusus dari rekan-rekan media televisi. Ia berharap ke depannya pihak Imigrasi tidak hanya merilis berita dalam bentuk tulisan dan foto, tetapi juga menyediakan aset video ( raw material) untuk kebutuhan tayangan berita TV.
Menanggapi masukan tersebut, Bugie Kurniawan merespons positif dan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas konten humas. Ia berencana segera melengkapi staf kehumasan dengan peralatan kamera yang lebih memadai.
“Terima kasih masukannya. Pengadaan kamera segera dilakukan untuk bagian kehumasan. Selama ini petugas memang menggunakan HP yang hasilnya menurut saya kurang maksimal,” kata Bugie dengan semangat.
Acara yang ditutup dengan sesi ramah tamah ini diharapkan dapat menciptakan pola komunikasi yang lebih efektif serta memperkuat ekosistem informasi yang sehat di wilayah Bali.***