Pendiri TULOLA Happy Salma & Sri Luce Gelar ‘EVOLUSI’ di Bali, Angkat Jejak Subeng dan Kriya Lokal
Kabardenpasar — Menyambut momentum Hari Batik Nasional, brand perhiasan seni lokal, Tulola, menggelar Kawan Nusantara 2026 bertajuk “EVOLUSI”, di Tirtasada Lobby, The Meru Sanur, Denpasar -Bali,
Acara diinisiasi oleh pendiri TULOLA, Happy Salma dan Sri Luce Rusna, berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA, serta mendapat dukungan penuh dari The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel.
Mengusung tema besar “EVOLUSI”, pameran ini menyoroti pergeseran dan perkembangan warisan budaya agar tetap relevan dan diminati oleh generasi modern. Salah satu daya tarik utamanya adalah instalasi seni yang menceritakan perjalanan historis dan perubahan fungsi Subeng—anting-anting tradisional khas Bali.
Lewat instalasi ini, pengunjung diajak menyelami bagaimana Subeng bertransformasi dari sebuah ornamen ritual di masa lalu menjadi bentuk seni perhiasan kontemporer yang elegan saat ini.
“Kami percaya tradisi selalu hidup karena manusia selalu memaknainya kembali,” ungkap Happy Salma selaku Founder & Creative Conceptor TULOLA.
Sri Luce Rusna, Founder & Creative Designer TULOLA, menambahkan bahwa eksibisi ini ingin menegaskan bahwa tradisi tidak pernah berhenti pada bentuk aslinya.
Tidak hanya sekadar pameran visual, TULOLA secara resmi meluncurkan koleksi Artwear “EVOLUSI”. Koleksi ini merangkum 48 karya perhiasan buatan tangan (handcrafted), yang meliputi anting, subeng, bros, sirkam, kalung, hingga gelang.
Desainnya diperkaya dengan motif-motif filosofis lokal yang memesona, seperti motif Canang, Macan, Sinar, serta Bunga & Kupu-kupu.
Selaras dengan semangat Hari Batik Nasional, acara ini menjadi panggung selebrasi kekayaan kriya Indonesia. TULOLA dan para mitra berkomitmen memberdayakan ekonomi lokal dengan menggandeng berbagai jenama kreatif Indonesia dan perajin tradisional untuk memperluas akses pasar mereka.
Beberapa kolaborasi yang dihadirkan antara lain:
Heroes of Heritage: Kerja sama Bakti BCA dan TULOLA bersama perajin dari Desa Wisata Taro, Bali (I Made Suama dan Ketut Daging) yang menerjemahkan tradisi pembuatan pratima (benda suci) ke dalam wujud perhiasan eksklusif.
Seniman Tradisional: Menampilkan karya Keris Wibawa Gunung Raung oleh I Komang Sudena dan Keris Sabdha Dharma oleh seniman kriya Bali.
Kolaborasi Lintas Jenama: Menggandeng label kreatif lokal terkemuka seperti Bali Sama Sama, Flirt Bali, Indigo Kids, Nina MG, dan Saka Sarongs.
UMKM Binaan: Menampilkan produk kriya unggulan dari mitra binaan Bakti BCA (Marista Santividya, Kampung Batik Gemah Sumilir, Koperasi Konsumen Uma Tinung Kambata) serta mitra binaan Sarinah (Sidamukti dan Batik Lasem).
Melalui sinergi lintas sektor ini, Kawan Nusantara “EVOLUSI” Bali berhasil membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan industri kreatif global dan penguatan ekonomi para perajin lokal.