ARISE+ Indonesia Luncurkan Indonesia’s Geographical Indication Show (IGIS) 2022

Sebuah upaya untuk menyampaikan dan menyebarkan keindonesiaan lewat spektrum Indikasi Geografis. 

Ubud, 25 Juni 2022 – ARISE+ Indonesia menggelar Talkshow & Masterclass Cooking Show by Chef Bara untuk program Indonesia’s Geographical Indication Show (IGIS) 2022 pada Ubud Food Festvial (UFF) 2022.

Program ini berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DGPEN) Kementerian Perdagangan, serta Uni Eropa sebagai pendonor.

Sebagai pelaksana program, ARISE+ Indonesia yang merupakan Fasilitas Dukungan Perdagangan yang didanai oleh Uni Eropa, telah menunjuk Gambaranbrand, sebuah perusahaan yang berfokus pada pengembangan brand lokal.

IGIS 2022 mempromosikan Indikasi Geografis Indonesia melalui serangkaian jurnal kuliner ke situs-situs IG terpilih. IGIS 2022 dipublikasikan melalui situs khusus https://igis.id dan saluran media sosial. IGIS 2022 yang diinisiasi oleh ARISE+ Indonesia bertujuan untuk menunjukkan bahwa Indikasi Geografis lebih dari sekadar soal perlindungan dan pengakuan hukum atas produk olahan alam dan budaya.

Melalui pendekatan jurnal kuliner, IGIS 2022 ingin mengajak seluruh pihak, mulai dari pemilik modal, eksportir, potential buyer, asosiasi, komunitas, pecinta kuliner, praktisi kuliner, penggiat usaha, pemangku kebijakan, hingga masyarakat umum untuk lebih meningktkan dukungannya pada upaya pemberdayaan masyarakat, peningkatan daya saing, dan penguatan posisi Indonesia melalui keaslian dan kualitas produk yang premium.

Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kurniaman Telaumbanua, berharap bahwa melalui program IGIS ini Indikasi Geografis di Indonesia semakin dikenal masyarakat secara luas serta dapat membuka akses pasar yang lebih luas.
“Harapannya, pasar lokal dan internasional semakin mengapresiasi produk Indonesia yang berlabel Indikasi,” kata Kurniaman dalam sambutannya.

Lebih lanjut Ni Made Ayu Marthini, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan mengatakan, “Sudah saatnya produk Indonesia berindikasi geografis dipromosikan lebih gencar karena akan memberikan keuntungan nyata bagi petani, menciptakan kompetisi yang adil, melindungi hak kekayaan intelektual yang ada, serta meningkatkan kesadaran bagi konsumen di Uni Eropa terhadap nilai produk Indonesia yang berindikasi geografis.”

Kunci kompetisi dan daya saing saat ini adalah keunikan, kualitas dan reputasi dari produk yang dihasilkan.

IGIS 2022 mengeksplorasi keunikan yang menjadi ciri khas setiap Indikasi Geografis dalam bentuk video dokumenter, cooking show, resep olahan produk Indikasi Geografis, side talk show, dan webinar. Sebagai bentuk keterwakilan, dalam IGIS 2022 ada sepuluh produk unggulan Indikasi Geografis Indonesia, di antaranya, Beras Adan Krayan, Garam Bali Amed, Lada Luwu Timur, Kopi Arabika Gayo, Kayu Manis Koerintji, Gula Kelapa Kulonprogo Jogja, Teh Java Preanger, Lada Putih Muntok, Cengkih Minahasa dan Pala Siaw.

Kegiatan IGIS 2022 pada UFF 2022  25 Juni 2022 ditandai dengan Talkshow & Masterclass – Cooking Class by Chef Bara Pattiradjawane bertajuk “Unlocking The Opportunity of Indonesia’s Geographical Indication”.

Acara yang dilaksanakan secara Live Event pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIB di Casa Luna, Ubud Bali kali ini akan membahas tentang IGIS, Peluang-peluang yang dapat diterima apabila fungsi Indikasi Geografis dilakukan secara baik, dan penerapannya dalam kuliner dan gastronomi serta tips kepada para pecinta kuliner, trader, eksportir, serta masyarakat umum. 

Talkshow & Masterclass Cooking Class ini menghadirkan sejumlah tokoh terkemuka dari industri kuliner, gastronomi, dan retail, di antaranya, Helianti Hilman (Founder of Javara), Ni Made Ayu Martini (Director of Export Development Cooperation, Directorate General of National Export Development), I Nengah Suanda (MPIG Bali Amed Salt), Fajar Sulaeman T (Foreign Cooperation Coordinator (10′), Directorat General of Intellectual Property) dan Marc Kwai Pun (Technical Assistance I Team Leader ARISE+ Indonesia).

Talkshow akan dimoderatori oleh Initiator of Indonesia Gastronomy Network, Vita Datau dan Masterclass oleh Chef Bara Pattiradjawane.

Tentang ARISE+ Indonesia
ARISE+ Indonesia adalah sebuah program Fasilitas Dukungan Perdagangan selama lima tahun (2019-2024) yang didanai oleh Uni Eropa untuk meningkatkan daya saing ekspor dan integrasi Indonesia ke dalam Nilai Rantai Global.
ARISE+ Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keahlian Indonesia dalam menegosiasikan dan melaksanakan perjanjian kerja sama perdagangan, meningkatkan infrastruktur kualitas yang diperlukan untuk meningkatkan ekspor produk unggulan, seperti agro-industri dan perikanan, serta mempromosikan Indikasi Geografis Indonesia. ARISE+ Indonesia dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai kementerian, di antaranya Bappenas, Kementerian Perdagangan, Kementerian Hukum dan HAM, BKPM, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kerja sama dengan masyarakat sipil dan perwakilan sektor swasta juga dilakukan terutama untuk membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan industri dalam negeri termasuk UKM untuk berpartisipasi dalam Rantai Nilai Global.
https://ariseplus-indonesia.org

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*