Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2022 Berlangsung 14-18 Juni 2022

0

Badung -Forum pameran pariwisata yang dikenal sebagai Indonesia’s Leading International Travel Fair, Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2022 berlangsung selama 5 hari, 14-18 Juni 2022.

Event ini fokus untuk mempromosikan pariwisata Indonesia kepada dunia dengan mempertemukan buyers dan sellers (B2B) dalam sebuah forum.

Ketua panitia BBTF I Putu Winastra mengatakan BBTF mendapat respon positif dari berbagai pelaku industri pariwisata baik domestik maupun luar negeri untuk memanfaatkan event tahunan ini sebagai sarana promosi yang ampuh.

Dikatakannya juga, Indonesia khususnya Bali dalam BBTF ke-8 tahun ini yang digelar 14-17 Nuni 2022 di Bali International Convention Center (BICC) The Westin ITDC Nusa Dua, juga membidik pasar baru serta mengangkat isu quality tourism.

“Tema BBTF, Balancing in Harmony”, sebagai upaya merespon arahan pemerintah untuk fokus tidak hanya pada pencapaian jumlah wisatawan, tetapi pada peningkatan jumlah wisatawan. ‘kualitas pengeluaran’ wisatawan dan lingkungan yang berkelanjutan untuk desa wisata yang sesuai dengan CHSE,” ujar Putu dalam sambutannya pada Talk Show di ajang BBTF di Bali International Convention Center (BICC) ITDC Nusa Dua Bali Rabu 15 Juni 2022.

Lebih lanjut dikatakannya BBTF tahun ini kedatangan delegasi baru khususnya travel agent dari Afrika, bersama dengan negara-negara dengan kontribusi besar dari Eropa, Timur Tengah, negara-negara ASEAN, India, Australia, dan Asia secara keseluruhan.

“Nigeria untuk pertama kalinya mengikuti BBTF tahun ini dan juga tercatat sebagai buyer dengan jumlah delegasi terbanyak setelah Indonesia, kemudian Australia, India, Filipina, Prancis, Belanda, disusul Inggris dan Uni Emirat Arab. Terima kasih Bu Elizabeth yang sudah mendukung acara ini,” imbuh Putu dalam acara yang menghadirkan juga sejumlah nara sumber yaitu Wagub Bali, Prof. Tjok Oka Sukawati, Ketua BPPD Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta Putra atau Gusde, The Ayurverdic Doctor Como Shambhala, DR. Prasanthi dan CEO of Negerian Travel Two (NTT) Elizabeth Agboola dengan moderator Yoke Darmawan.

Terkait Quality Tourism, sebelumnya Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan bahwa pandemi COVID-19 telah mempengaruhi sektor pariwisata di Indonesia.

Namun kini, seiring penurunan kasus COVID-19 geliat pariwisata mulai terlihat kembali di mana terjadi peningkatan mobilitas dan aktivitas wisata.

“Saat ini Indonesia sudah mulai beralih dari mass tourism (pariwisata massal yang lebih berpatokan ke kuantitas) ke jenis pariwisata yang lebih menekankan kualitas, antara lain wellness tourism, health tourism, sport tourism, dan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition),” ujar Sandiaga Uno dalam pernyataan resminya.

Menparekraf SandiagaUno juga berharap pelaku pariwisata yang berpartisipasi dapat memaksimalkan BBTF 2022 untuk memperkenalkan kembali pariwisata Indonesia yang berkualitas juga berkelanjutan sehingga meningkatkan kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.

BBTF tahun ini juga menampilkan 13 destinasi provinsi Indonesia, yaitu; DKI Jakarta, Aceh, Bangka Belitung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Utara dan Bali tentunya.

Ditambah 5 destinasi prioritas yaitu; Toba, Mandalika, Borobudur, Likupang, dan Labuan Bajo. Penyajian destinasi ini juga memberikan ruang bagi seni pertunjukan, budaya dan keunikan masing-masing daerah.

BBTF didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hotel Kempinski, Hotel Melia, Grand Mirage, Samabe, Hotel Adiwana, Sunrise Adventus dan Inifinity 8 Hotel.

Selain itu Perhimpunan Hotel Ubud yang mengedepankan potensi desa sebagai destinasi. Didukung juga oleh perusahaan: Biznet, BIMC, Akasa Coffee, Krisna Oleh Oleh.

Post tour ke semua buyer ke berbagai destinasi, ke Bangli yang disponsori oleh De Umah dan KBA tour, ke Bali Utara yang disponsori oleh Dinas Pariwisata Buleleng dan ke Kabupaten Badung mengunjungi Desa Plaga yang disponsori oleh Bali Sinar Mentari.

Sementara itu Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani menjelaskan juga bahwa di BBTF 2022 Kemenparekraf/Baparekraf menghadirkan tiga paviliun.

Aviliun itu diisi pelaku industri pariwisata mulai dari hotel & resort, operator tur, atraksi wisata, restoran, desa wisata, dan lainnya yang akan menawarkan produk-produk wisata terbaik yang berkualitas dan berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *