Headlines

Awas Penipuan Skema Ponzi, Kenali Cirinya

Lombok Timur  – Kemajuan teknologi tidak hanya membawa manfaat bagi para penggunaan. Tapi, perkembangan tersebut juga bisa menimbulkan risiko kejahatan di dunia maya.

Seperti misalnya penipuan di dunia online. Salah satu penipuan yang cukup marak dan banyak memakan korban ialah dengan skema ponzi.

“Ciri-ciri investasi skema ponzi itu biasanya menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat dan tanpa risiko,” ujar Odi Waji, CEO Waji Travest, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Wilayah, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jumat, (27/8/2021).

Odi melanjutkan ciri kedua bahwa proses bisnis investasi biasanya tidak jelas. Kemudian, produk investasi yang ditawarkan biasanya milik luar negeri.

“Keempat staf penjualan mendapatkan komisi dalam merekrut orang, dan pada saaat ivestor ingin menarik investasi malah diiming-imingi investasi dengan bunga yang lebih tinggi,” ujar Odi.

Lebih lanjut, ciri lainnya biasanya mengundang calon investor dengan menggunakan tokok masyarakat dan tokoh agama sebagai figur. Sementara yang terakhir ialah dalam penipuan skema ponzi biasanya pengembalian uang macet di tengah-tengah.

Untuk mengatasinya, segera pergi ke bank yang digunakan dan ceritakan kronologi yang dialmi.

“Setelah menyerahkan bukti transfer, ceritakan kronologi yang sesungguhnya. Si penipu akan dihubungi leh pihak bank dengan cara melacak nomor rekening yang ia gunakan untuk menipu,” kata Odi.

Kemudian pihak bank akan melakukan mediasi antara penipu dan korban. Jika mediasi tidak berhasil, pihak bank akan bekerja sama dengan kepolisian.

“Uang bisa kembali ke rekening kroban sedangkan penipu akan menjalani proses hukum,” ujar Odi.

Dalam kesempatan yang sama, Shella Nadia Lestari Owner dan CEO Artifashion, juga menjelaskan cara untuk memulai bisnis online tanpa modal. Ia memaparkan sejumlah hal yang mesti dipersiapkan sebelum bisnis online.

Selain itu ada juga pembicara lainnya, Moh.Subiardi, SP, Kabid Organisasi dan Kaderisasi PGRI Kab. Lombok Timur, dan Sri Rahma Dani sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *