Ciptakan Rekam Jejak Positif dengan Bijak Bermedia Digital

Mataram – Media digital saat ini menjadi teman sehari-hari. Setiap orang di mana pun selalu update postingan. Akan tetapi, perlu disadari hal ini tidak sepenuhnya baik karena akan meninggalkan jejak digital. Terutama, ketika konten yang kita posting memuat hal negatif.

Berdasarkan paparan Ody Waji, CEO Waji Travest, umur audiens media sosial paling banyak di indonesia berada pada rentang 18-34 tahun dan kebanyakan dari kalangan milenial. Oleh karena itu, perlu diperhatikan sekarang ini penggunaan media sosial agar lebih beretika lagi. Hal ini disebabkan bertumbuhnya pengguna internet di Indonesia setiap harinya. 

Apabila etika digital tidak diterapkan, maka informasi yang tersebar di meria sosial akan semakin tidak tersaring. Bijak bersosial media menjadi sebuah sikap yang penting untuk dimiliki semua pengguna.

“Poin penting ketika masuk ke sosial media ialah mengingat adanya jejak digital yang akan mempengaruhi hidup kita di masa depan,” ujar Ody, saat menjadi pembicara dalam Webinar Literasi Digital, di wilayah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (3/8/2021).

Cara yang dapat dilakukan agar selalu bijak bermedia digital, yakni jangan terlalu mengumbar kehidupan pribadi di media sosial, tidak mencantumkan informasi pribadi secara detail, menjaga etika dalam memberikan pendapat dengan penuh rasa tanggung jawab, waspada terhadap tawaran di media digital karena berpotensi adanya kejahatan siber, serta memfilter akun yang diikuti.

“Akun yang kita ikuti akan mempengaruhi pola pikir kita dalam bermain media sosial. Pastikan akun yang kita ikuti memposting konten positif,” jelasnya.

Untuk menghindari tersebarnya informasi atau postingan, ada baiknya kita senantiasa berpikir atau THINK. Prinsip ini bisa menjadikan kita seseorang yang terliterasi digital. Prinsip THINK memuat:

1. T = True, apakah yang kamu unggah di medsos sesuai fakta atau hanya hoaks,

2. H = helpful, apakah konten yang kamu unggah akan bermanfaat bagi orang lain atau justru melukai orang lain,

3. I = information, apakah informasi yang kamu unggah bisa dipertanggung jawabkan,

4. N=needed, apakah konten atau unggahan bisa membantu orang lain,

5. K=kind, apakah konten yang dibagikan sopan atau justru menyinggung,

Ody menceritakan terkait rekam jejak digital yang dialaminya. Contohnya, foto yang sudah lama ia hapus selama beberapa tahun lalu dari media sosial tetap bertahan di internet. Ia mengatakan, ini sebagai salah satu contoh bahwa media sosial ketika kita menggunakannya secara tidak bijak dan tanpa etika.

Agar senantiasa bijak dalam mengunggah postingan di media sosial. Kita dapat menerapkan tips yang diberikan oleh Ody. Di antaranya, jangan menggunakan sosmed saat serang emosi, menghindari membagikan postingan secara berlebihan, mengingat adanya rekam jejak digital, serta melakukan riset dan mencri data sebelum memberi pendapat dan memposting sesuatu di media sosial.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Mataram, NTB, Selasa (3/8/2021) juga menghadirkan pembicara, Nannette Jacobus (Relawan Kemanusiaan & Content Creator), Fahrurrozi Dahlan (Guru Besar Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram), dan Nata Gein (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*