Headlines

Ingin Lindungi Anak di Intenet, Terapkan 7M Berikut Ini


Tolikara Papua -Perkembangan internet selalu dipandang layaknya pisau bermata dua. Ada sebagian yang menganggap bahwa kehadirannya membawa dampak positif, sementara yang lainnya menganggapnya negatif.
“Begitu juga dengan internet, yang mempunyai dampak positif tap juga ada efek negati. Makanya dikembalikan bagaimana kita sebagai pengguna untuk menggunakannya,” ujar Penggiat Digital & Content Creator, Nico Oliver, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Wilayah Tolikara, Papua, Senin, (4/10/2021).
Oleh sebab itu, dalam kesempatan tersebut, Nico mengingatkan sisi negatif dari internet, khususnya bagi anak. Salah satunya ialah terkait dengan pencurian data.
“Sekarang ini sedang marak sekali pencurian data, makanya sebagai pengguna kita juga mesti lebih hati-hati dalam membagikan dan melindungi data pribadi ita,” ujar Nico.
Selain itu, sisi negatif dari internet yang juga ia garis bawahin ialah terkait dengan penipuan oline, cyberbullying, kejahatan seksual, dan juga terlalu banyak sumber yang bisa menimbulkan kebingungan.
Untuk itu, ia mengatakan bahwa peran orang tua jadi penting untuk memastikan agar internet aman untuk anak. Caranya ialah dengan melakukan 7M.
“Pertama itu orangtua mesti mempelajari perkembangan digital yang terjadi sekarang, jangan sampai justru ketinggalan dengan anak dan mereka yang lebih banyak tahu,” kata Nico.
Kemudian, saran selanjutnya ialah dengan memahami cara bekerja dan ekosistem internet. Dengan begitu, orangtua jadi lebih tahu mesti bagaimana dalam melindungi anak ketika menggunakan internet.
“Selanjutnya menetapkan standa, artinya mesti tahu batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh diakses oleh anak di internet,” kata dia.
Nico melanjutkan, saran lainnya ialah dengan mengajarkan. Ia mengatakan bahwa orangtua mesti bisa mengajarkan anak agar memanfaatkan internet dengan lebih positif.
“Lalu menjelaska, orangtua harus bisa menjelaskan ketika ada hal-hal yang anak tanya. Jangan sampai ia justru mencari tahu dari sumber infomrasi yang keliru.
Kemudian, ajak anak membicarakan tentang berbagai hal yang ia temui di internet. Sedangkan M yang terakhir ialah mengawasi anak saat ia menggunakan internet.
Dalam kesemaptan itu, juga hadir pembicara lainnya, yakni, Remuz MB Kmurawak, Dosen Sistem Informasi Uncen, Azizzah Zuhriah, Manager at Alhikmah corporation serta Ichal Muhammad sebagai Key Opinion Leader.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *