Pakar Ungkap Dua Sisi Mata Pisau Perkembangan Teknologi dan Dunia Digital

Sumbawa NTB  -Teknologi dan dunia digital telah menyentuh sendi-sendi kehidupan manusia. Seolah memiliki dua mata pisau, perkembangan teknologi dan dunia digital dapat memberikan manfaat serta masalah dalam waktu yang sama.
Secara spesifik, pegiat digital sekaligus konten kreator Nico Oliver mengatakan ada beberapa risiko digital yang bisa dialami kelompok anak.
Risiko tersebut di antaranya phising, pencurian data pribadi, pembajakan akun di internet, penipuan online, cyber stalking, malware, perundungan online, kejahatan seksual hingga perubahan fisik.
“Anak sekarang familiar dengan teknologi digital. Makan ada hal yang perlu diwaspadai misal terlalu sering menatap layar dapt membuat mata kering sampai minus. Belum lagi pertumbuhan badan yang terhambat dan malah berisiko bungkuk karena tulang belakang tidak tumbuh maksimal. Itu terjadi karena anak terlalu sering bungkuk duduk saat main game,” kata Nico Oliver lebih lanjut.
Berbicara dalam acara Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/9/2021), Nico menjelaskan ada beberapa peran yang bisa orangtua lakukan agar internet aman bagi anak.
Peran tersebuta adalah mempelajari, memahami, menerapkan standar, mengajarkan, menjelaskan, membicarakan dan mengawasi.
“Orangtua selalu mengkomunikasikan hal-hal yang terkait dengan penggunaan internet pada anak. Selain soal aturan dan perilaku, sebisa mungkin juga untuk terus mendapatkan cerita dari anak-anak,” kayanya.
Menurut Nico, mengawasi juga peran orangtua yang krusial agar menciptakan internet yang aman dalam dunia maya, serta tidak lepas dari dunia nyata dengan mengawasi penggunaan dan perilaku anak.
Bukan hanya dampak negatif, teknologi dan dunia digital juga nyatanya memberikan manfaat bagi manusia. Hal itu dipaparkan oleh Agus Jamiatul, General Manager TC Invest. Dalam webinar yang sama, Agus menjabarkan manfaat perkembangan teknologi bagi dunia UMKM.
Terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini di mana orang-orang mulai beralih dari berdagang offline ke dagang digital. Kata Agus, setidaknya ada tiga jenis UMKM yang saat ini digandrungi yaitu kuliner, fashion, agribisnis.
“Saat ini makanan dengan modal yang tidak terlalu besar bisa dibilang mudah dijalankan. Sementara fashion bagian dari kebutuhan pokok manusia yang jadi kebutuhan yang bisa dijalankan. Dan agribisnis ini tidak perlu memerlukan lahan yang luas. Cukup punya perkarangan, yang penting ada niat untuk menjalankan usaha ini,” katanya.
Ia lalu mengimbau pegiat UMKM untuk berani melukan perubahan dengan memaksimalkan berjualan online.
“Sehingga pasar yang hilang karena pandemi bisa lagi didapatkan. Coba juga mencari peluang baru dengan menjual produk yang dibutuhkan apalagi UMKM merupakam pilar yang mendukung perekonomian Indonesia,” pungkasnya.
Selain Nico Oliver dan Agus Jamiatul, hadir juga dalam acara Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/9/2021) yaitu Dina Rasya Rasyidi serta Ainun Auliah.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*