UMKM Ingin Go Digital? Ini Tiga langkah Memulainya

Marauke  -digital menjadi salah satu cara usaha mikro, kecil, dan menengah alias UMKM untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19.
Tentu saja untuk go digital, tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada persiapan-persiapan yang harus dilakukan, agar digitalisasi berjalan maksimal dan bisa mendatangkan keuntungan.
Chyntia Andarinie, Founder Mom Influencer ID & Unpopulart Creative, mengatakan aspek digitalisasi yang kerap disepelekan adalah digital marketing, alias beriklan digital.
“Padahal digital marketing ini penting untuk meningkatkan awareness terhadap brand kita,” papar Chyntia, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Merauke, Papua, Kamis (16/9/2021).
Ia menjelaskan untuk mulai beriklan di digital, ada tiga langkah yang harus dilakukan pelaku UMKM. Pertama, adalah menyiapkan aset foto dan tulisan yang akan diunggah. Aset foto yang bagus dapat meningkatkan daya tarik usaha kepada calon pelanggan.
“Foto yang bagus sangat penting. Tapi bukan berarti kita harus mengeluarkan modal besar untuk beli atau menyewa jasa fotografer profesional. Dengan modal smartphone saja, dengan teknik fotografi yang baik, bisa menghasilkan foto produk yang bagus,” tuturnya.
Kedua, adalah rutin mengunggah dan melakukan evaluasi iklan secara berkala. Dengan rutin mengunggah, produk akan terus berada dalam jangkauan calon pelanggan. Sementara evaluasi dilakukan untuk melihat jenis dan kategori iklan seperti apa yang paling banyak menarik pelanggan.
Terakhir dan tidak kalah penting adalah menentukan tempat beriklan yang sesuai dengan jenis usaha. Chyntia menerangkan untuk iklan di digital, pelaku UMKM memiliki tiga pilihan tempat yakni website atau situs, media sosial, dan ecommerce.
“Ketiganya memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing, yang harus dipahami oleh pelaku UMKM,” terangnya.

  1. Website
    Website menurutnya, merupakan tempat ideal untuk memberikan informasi lengkap tentang produk dan usaha Anda kepada calong pelanggan.
    Website juga mudah diakses dengan mudah melalui komputer atau smartphone tanpa perlu memerlukan aplikasi khusus.
    Namun Chyntia mengatakan biaya pemeliharaan website terbilang mahal. Website juga membutuhkan pemeliharaan dan update secara berkala, yang bisa memakan waktu.
  2. Media sosial
    Media sosial adalah tempat beriklan dengan jangkauan paling luas. Sebab kekinian, anak-anak hingga orang dewasa pasti menggunakan media sosial.
    Biaya beriklan di media sosial pun cukup murah. Anda hanya perlu membuat akun gratis dan mulai mengunggah foto atau video produk dan usaha yang dijual.
    “Tapi media sosial harus rutin update konten, lebih sering daripada website, dan harus berinteraksi dengan followers,” papar Chyntia.
  3. Ecommerce
    Terakhir adalah toko online alias ecommerce. Sama seperti media sosial, membuka toko online pun gratis dan Anda langsung bisa menunggah foto produk yang dijual.
    Namun ecommerce membutuhkan aplikasi tambahan untuk bisa berjualan. Anda wajib menginstall aplikasi sepert Tokopedia seller, Grab merchant, dan lain-lain agar keuntungan penjualan bisa diambil penjual.
    “Juga sebagai ecommerce meminta potongan biaya jasa dan pemeliharaan karena sudah berjualan dan beriklan di tempat mereka, yang bisa mengurangi keuntungan,” papar Chyntia.
    Webinar kali ini juga menghadirkan Nurul Amalia (Pramugari Saudi Airlines, Digital Content Creator, Forex Trader), Nasri Wijaya (dosen), dan Ichsan Colly (key opinion leader).
    Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
    Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*