Apa Itu Smishing, Salah Satu Jenis Kejahatan Digital yang Marak Terjadi?

Kepulauan Morotai – Pegiat dunia digital barangkali sudah sering mendengar kata phising. Phising sendiri diambil dari kata fishing atau memancing, yang memiliki arti upaya mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan di mana bertujuan memancing orang untuk memberikan informasi sensistif secara tanpa disadari dan akan digunakan untuk tujuan kejahatan.

Ada beragam jenis phising, salah satunya dan yang paling sering dilakukan adalah smishing.

Smishing merupkan gabungan dari kata SMS dan phising, di mana kejahatan digital ini umumnya dilakukan dengan platform berbagi pesan singkat atau SMS.

Dikatakan Alaika Abdullah, virtual assistant dan digital content creator, smishing merupakan bentuk phising yang memanfaatkan kecanduan dunia terhadap pesan teks dan komunikasi instan lain, seperti Messenger dan WhatsApp.

“Smishing adalah cara bagi penjahat dunia maya untuk memikat pengguna agar mengunduh muatan berbahaya dengan mengirimkan pesan teks, yang tampaknya berasal dari sumber yang sah dan berisi URL jahat untuk mereka klik,” kata Alaika saat berbicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, Kabupaten Kepulauan Morotai, Maluku Utara, Senin (30/8/2021).

Dalam praktik smishing, link yang ditautkan sudah pasti telah terkontaminasi hal lain, yang pada akhirnya akan mengarah pada kejahatan digital.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengindari phising dan smishing di antaranya adalah buat bookmark untuk halaman login, periksa akun digital secara rutin, dan periksa selalu pengirim pesan atau email.

Selain itu, lanjut Alaika, penting juga untuk   tidak sembarangan meng-klik link yang masuk ke inbox pesan seperti email, chat bahkan SMS dan penyedia penyampai pesan lainnya.

Pastikan juga selalu periksa dengan teliti URL atau ejaan link sebelum memutuskan link tersebut, link juga nesti dipastikan memiliki proteksi keamanan atau bertanda gembok.

“Internet adalah pisau bermata dua yang jika kita tahu cara tepat menggunakannnya, ini akan sangat bermanfaat. Jadi update diri dan update skil, kita harus bisa memanfaatkan secara maksimal,” tutup Alaika.

Selain Alaika Abudullah, hadir juga dalam webinar yaitu praktisi komunikasi Arie Daswir, relawan kemanusiaan Nannette Jacobus dan Ichal Muhammad.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*