Sama-sama Akrab Dengan Dunia Digital. Ini Beda Generasi Z dan Alfa

Maluku barat  -Generasi Z dan alfa seringkali dianggap sama oleh masyarakat. Keduanya memang dianggap sebagai generasi yang melek dan bahkan dibesarkan oleh teknologi.
Tapi, sebenarnya ada sejumlah perbedaan mendasar antara generasi Z dan generasi alfa. Hal itu diungkapkan oleh Lead Creative dan Marketing Strategy, Gebryn Benjamin, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Wilayah Maluku Barat Daya, Maluku.
“Secara umum geneasi alfa itu generasi yang lahir di antara tahun 2010 – 2024. Penamaan alfa senduru dibuat berdasarkan alfabet Yunani, dan sesuai alfabet, Alfa dipilih karena generasi yang lahir sebelumnya menggunakan nama generasi Z,” kata Gebryn, Rabu, (15/9/2021).
Gebryn mengatakan bahwa generasi alfa ini umumnya merupakan anak dari generasi milenial atau gen Y. Setiap minggu sekitar 2,5 juta Generasi Alfa lahir ke dunia.
“Generasi alfa sebagai generasi digital paling native. Gadget sudah menjadi bagian dari hidup mereka sepenuhnya dari mereka lahir,” kata Gebryn.
Ia melanjutkan bahawa secara pendidikan dan kehidupan generasi alfa berbeda dengan generasi sebelumnya. Mulai dari gaya belajar, materi yang dipelajari di sekolah sampai ke pergaulan sehari-hari.
“Ruang dan waktu tidak lagi menjadi batasan, jarak semakin tidak berarti, pergaulan tidak lagi ditentukan dari faktor lokasi” kata dia.
Jika dibanding dengan generasi Z, Gebryn menjelaskan bahwa generasi alfa mengenal komputer dan internet dan IOT sejak lahir. Sedangkan generasi Z belum mengenal IOT.
“Terus generasi alfa itu multisensory generatiom, sedangkan generasi Z itu touchscreen generation,” kata dia.
Lebih lanjut, Gebryn mengatakan bahwa jika generasi Z dikenal multitasking, generasi alfa selain multitasking juga multi bahasa. Oleh sebab itu butuh pendekatan yang berbeda terhadap generasi alfa.
Dalam acara tersebut juga hadir, CEO Waji Travel Odi Waji, Dosen FKIP Univeerstias Pattimura Ambon, Falantino Eryk Latupapua, dan Key Opinion LEader, Nata Gein.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*