Tinggalkan Mindset Konsumtif, Ubah jadi Produktif

0

Jayapura  – ini handphone menjadi salah satu barang yang selalu dekat dengan kita. Mulai dari pagi hingga malam hari gawai selalu dalam pengawasan kita. Biasanya juga digunakan untuk bermain media sosial, mencari hiburan, bahkan belanja dan didukung oleh pandemi yang mengaruskan kita melakukan aktivitas secara online. 

Seperti halnya yang dilakukan oleh Chika Mailoa, Key Opinion Leader, dalam webinar Literasi Digital di Kota Jayapura. Ia mengungkapkan, saat ini banyak waktunya hingga belasan jam digunakan untuk bekerja, mencari hiburan, menciptakan karya, dan mencari informasi melalui gadget dan media sosial. 

Masa pandemi juga bisa menjadi masa-masa seseorang lebih konsumtif dari biasanya. Kegiatan serba online ditambah marketplace yang ada jadi terkesan memudahkan untuk berbelanja secara online.

“Tetapi perlu diingat segala sesuatu yang berlebihan tetap tidak baik. Apalagi kalau barang-barang yang kita beli tidak terpakai. Ini menyebabkan kita sangat konsumtif terhadap diri sendiri,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Jayapura, Papua, Senin (9/8/2021).

Dalam paparan Chika, konsumtif merupakan keinginan untuk mengonsumsi barang yang kurang diperlukan secara berlebihan untuk mencapai kepuasan diri. Konsumtif juga dikenal sebagai pemborosan. Chika membeberkan pengalamannya mengubah konsumtif jadi produktif dengan mengikuti kelas yoga secara online. Menurutnya, dibandingkan kebiasaan lamanya yang suka berbelanja online, yoga membuat ia merasa lebih produktif hingga akhirnya bisa menjadi konten kreator yoga. 

“Jadi ini yang namanya produktif. Dari coba-coba kemudian mendalami yoga dan membuat saya punya tujuan setiap hari. Ini bisa dikategorikan produktif,” sampainya.

Produktif adalah kegiatan membuat sesuatu dalam jumlah banyak dan berdampak pada kehidupan kita dan orang lain secara positif. Dengan menjadi produktif akan membuat diri kita menjadi lebih disiplin. Chika mengatakan, orang-orang yang produktif juga cenderung akan melakukan hal-hal berdasarkan skala prioritas.

Ia menyampaikan tips terkait mengubah konsumtif jadi produktif selama pandemi berlangsung, di antaranya:

1. Berpikir 2x sebelum melakukan pembelian.

2. Mencari dan mencoba Do It Yourself (DIY) dari barang-barang yang ingin dibeli.

3. Mencari kegiatan lain yang dapat mengembangkan diri.

4. Melakukan hobi lain daripada scroll handphone.

5. Mencari konten edukasi agar selalu mendapat ilmu baru.

Menjadi produktif juga tergantung pada diri kita sendiri. Oleh karena itu, menjadi produktif harus dimulai dari menciptakan mindsetnya bahwa produktif jauh lebih baik dibandingkan menjadi orang yang konsumtif. Menjadi seseorang yang produktif juga bisa menambah ilmu baru. 

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Jayapura, Papua, Senin (9/8/2021) juga menghadirkan pembicara, Odi Waji (CEO Waji Travest), Hendrik Setiodithyo (Head of Marketing The Goods Dept), dan Ulin Epa (Pengusaha/Pemilik Sundshine Cafe & Library).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *