Tips dan Trik Berjualan di Marketplace Oleh Nita Sellya CASOLANS

Kelungkung Bali – Revolusi industri 4.0 ternyata juga membawa dampak dan perubahan pada perilaku masyarakat dalam berbelanja. Terlebih kondisi pandemi seperti saat ini yang mengharuskan masyarakat untuk tetap di rumah saja, dan akhirnya membuat mereka melakukan segala aktivitas hanya dengan ponsel. Seperti belanja, masyarakat kini dimanjakan dengan kemudahan berbelanja online di marketplace. 

Jumlah kunjungan marketplace sendiri per Januari-Maret 2021 berdasarkan data survey Similarweb menunjukkan angka yang cukup fantastis. Tokopedia dikunjungi 126,4 juta pengunjung per bulan. Shopee dikunjungi 117 juta pengunjung per bulan, disusul Bukalapak di angka 31,27 juta pengunjung per bulan, Lazada di angka 28,20 juta pengunjung per bulan dan Blibli dikunjungi 18,52 juta pengunjung per bulan. 

Hal ini disampaikan oleh Nita Sellya selaku pemilik dan pendiri CASOLANS dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Klungkung, Bali, Rabu (16/6/2021). Dalam pemaparannya tersebut Nita menyebutkan jika ada yang datang ke toko Anda 0,1 persen dari jumlah kunjungan terkecil dari marketplace tersebut di atas, maka sebanyak 1800 orang sudah melihat produk yang dijual. 

“Taruhlah begini, dari 1800 an pengunjung itu yang membeli 100 dalam satu bulan, kan sudah lumayan,” papar Nita. 

Ada alasan kuat mengapa saat pandemi seperti ini banyak masyarakat menurut Nita justru sering belanja online. Itu dikarenakan kondisi pandemi yang membuat mereka tidak bisa keluar rumah untuk belanja kebutuhan seperti biasa. 

“Keuntungan belanja di marketplace itu banyak. Selain mudah dan bisa dilakukan dari mana saja, banyak promosi seperti gratis ongkir dan potongan diskon jika Anda membeli produk dalam jumlah banyak. Jadi gak perlu repot keluar rumah lagi kan, barang sampai di depan rumah dengan aman,” paparnya. 

Nita juga menjelaskan beberapa keuntungan berjualan di marketplace, yakni; produk yang dijual bisa dilihat darimanapun, seluruh Indonesia. Transaksi mudah dan cepat, pengiriman dari dan seluruh Indonesia saat ini juga sudah semakin mudah. “Banyak kok kurir yang sekarang jemput bola. Dalam arti mereka yang datang menjemput paket kita kalau tidak bisa antar ke tempatnya,” kata Nita. 

Selain itu keuntungan yang paling dirasakan berjualan di marketplace adalah dapat mengurangi biaya sewa toko atau kios dan pasang iklan. Bahkan dengan program gratis ongkir yang ditawarkan oleh marketplace membuat masyarakat semakin tinggi minat dalam berbelanja. 

“Sejak saya menggunakan marketplace dalam menjajakan produk yang dijual, penjualan yang tadinya hanya 40 kini menjadi 500 buah per bulan. Ini sangat signifikan,” paparnya. 

“Yang tadinya teman sudah membeli lewat Instagram, pas mereka tahu produk saya ada di marketplace, lantas dengan senang hati teman saya itu jadi langganan. Karena selain bisa mendapatkan gratis ongkir bisa mendapatkan kemudahan lain dalam hal membayarnya,” lanjut Nita. 

Di akhir sesi, Nita memberikan tips dan trik berjualan di marketplace yakni yang pertama adalah jelaskan secara detail apa produk yang dijual. “Ceritakan produkmu di whatsapp grup atau pada saat webinar seperti ini.”

Kemudian yang kedua, sebarkan testimoni dari pembeli sebelumnya. Posting di marketplace, di sosial media dan di status WhatsApp agar banyak orang yang bisa melihatnya. Ketiga, berikan layanan terbaik dan cepat. Yang terakhir, pasang produk jualanmu di marketplace yang banyak digunakan oleh teman-teman Anda. 

“Jangan lupa juga untuk ambil peluang berjualan di musim tertentu seperti Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, Imlek dan Valentine. Agar produkmu tetap bisa mengikuti perkembangan di segala musim,” tutup dia. 

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi di wilayah Kabupaten Klungkung, Bali, Rabu (16/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara lain yakni Didiet Maulana (Edukator Wirausaha), Putu Sukardiawan (Housekeeping instruktur at LPK Glory International Cruise Knowledge), I Gusti Ngurah Agung Wisnu Arimurti (IT Divison KSP Cahaya Tiga Langit) dan Putri Maysita sebagai Key Opinion Leader. 

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (*)

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*