Cara Mengamankan Ruang Digital

Yapen Papua – Semakin canggihnya teknologi maka harus diikuti oleh kecakapan digital yang baik agar para penggunanya tak hanya dapat mengambil banyak manfaat tetapi juga cakap juga menghindari segala dampak negatif yang akan muncul.

Untuk itu para pengguna internet harus mampu memahami fitur-fitur keamanan digital untuk melindungi prvasi dan keamanan data. Sebab keamanan data menjadi hal paling penting dalam berinteraksi digital yang aman dan nyaman.

Menurut Adinda Atika, VP Business Development Fintech P2P Lending saat berbicara dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kepulauan Yapen, Papua, Senin 2 Agustus 2021, keamanan digital adalah sebuah konsep untuk melindungi komputer, perangkat seluler, tablet yang terhubung melalui internet dari penyusup (peretasan, phising,dan lain-lain).

“Ada beberapa cara mengamankan ruang digital kita yang sangat familiar yaitu dengan menggunakan password, finger print, two factor authentication, PIN,  anti virus,  firewall dan encryption,” ujar Adinda dalam webinar yang dipandu oleh Idfi Pancani ini.

Selain itu, Adinda mengatakan data-data yang harus dilindungi dalam aktivitas kita di dunia maya adalah seperti Data identifikasi pribadi (Nik, Alamat, Nomor telepon), Data pembayaran Payment (Nomor Kartu kredit, CVV, Expiration date) dan Data kesehatan pribadi,

Untuk menjaga keamanan ini ada beberapa langkah juga yang bisa kita lakukan diantaranya adalah jangan jailbreak, aktifkan mode kunci segera, updates software, memakai two factor authentication. Bisa jua dengan membuat kata sandi panjang (yang terdiri dari nomor,huruf,karakter), aktifkan hapus data

“Penting diingat adalah jangan membuka email anda jika anda tidak yakin siapa pengirimnya, matikan pengisian otomatis, pasang anti-virus dan jangan memberikan KTP kita secara asal kepada sembarangan pihak,” tandasnya.

Kecakapan lain selain cakap dalam mengamankan ruang digital kita adalah kecakapan untuk mempergunakan mesin pencarian atai Search Engine Optimization (SEO).

Seperti yang dikatakan pembicara lain Alex Iskandar Managing Director IMFocus Digital Consultant, bahwa sebagian besar pengguna internet tidak pernah melewatkan dua halaman pertama dari mesin pencari. Kemudian baru mengganti ganti kata kunci.

“Mesin pencari adalah tempat kebanyakan orang mencari sesuatu via internet. 90 persen  pengguna internet memakai mesin pencari untuk mencari di internet. Google merupakan mesin pencari yang paling banyak digunakan,” ujar Alex.

Dikatakan juga oleh Alex bahwa hasil pencarian yang organik (secara alami) akan membuat suatu website memperoleh keuntungan lebih dikenal dan banyak dibaca dan dilihat. Dan sejauh hari ini mesin pencari Google masih menempati posisi teratas banyak dipakai pengguna internet, diikuti oleh mesin poencari Bing dan Yahoo Search.

“92,26 persen search enginenya menggunakan google dan di Indonesia sendiri sebanyak 86,36 persen menggunakan Google. Jangan lupa cara kerja mecin pencari adalah dengan crawling, indexing, memberi peringkat dan data gathering,” katanya

Kendati semua informasi bisa kita temukan di mesin pencari tetapi online ibarat sebuah keranjang besar, sehingga penting agar kita tidak begitu saja mempercayainya dan jangan hanya baca judulnya seja dan bersikap rasional jangan emosional. 

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kepulauan Yapen, Papua, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Jhonatan Cheroal Manobi, ST, Kepala Stasiun Transmisi Trans7 Jayapura dan Bayu Eka Sari sebagai Key Opinion Leader.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*