5 Digital Skills yang Harus Dimiliki di Era Digital

Jayapura  -Transformasi digital menuntut kita untuk memiliki kecakapan digital. Tujuannya tentu agar tidak mengalami ketertinggalan dan bisa memanfaatkan keadaan serba digital ini.

Sebagai pengguna, manfaat yang bisa kita rasakan apabila menguasai keahlian digital yaitu menghemat waktu, menghemat biaya, hingga memperluas jaringan. Penguasaan keahlian digital tanpa disadari merupakan sesuatu yang ramah lingkungan karena tidak banyak memanfaatkan kertas, tetapi memanfaatkan gadget dan internet.

“Manfaat lainnya yang bisa kita rasakan bisa memperoleh informasi terkini dengan cepat melalui media sosial atau internet dan memperkaya keterampilan,” ujar Fendi, Founder SuperStar Community Indonesia, selaku pembicara dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (16/8/2021).

Fendi mengatakan, digital hard skill yang perlu dimiiliki seseorang, antara lain:

1. Automatisasi

Keahlian ini memudahkan pekerjaan dengan automatsasi sistem digital. Ini membuat waktu kita lebih efisien. Misalnya, menggunakan aplikasi tasker untuk mengrim email secara otomatis.

2. Artificial Intellegent

Jenis keahlian ini juga bisa menghemat waktu kita seperti halnya automatisasi. Fendi mengatakan bahwa AI ini sangat membantu kita dalam pekerjaan di masa mendatang. Contoh aplikasinya ialah AI Cut, yang bisa memotong gambar dan objek lebih praktis dan cepat dibandingkan software seperti Photoshop dll. Text to speech Mengubah tulisan menjadi audio. Dalam artian tulisan yang telah kita buat bisa dibacakan  AI dan suaranya pun bisa dipilih apakah laki-laki atau perempuan.

3. Informasi Manajemen

Dengan keahlian mengelola informasi kita bisa menghindari informasi berlebihan di masa sekarang. Keahlian ini pun bisa menyaring informasi yang ada. Fendi menjelaskan, kategori informasi disaring berdasarkan 4 hal. Pertama, informasi negatif yang tidak berguna. Kedua, informasi negatif tetapi berguna, seperti kritik membangun. Ketiga informasi positif dan bermanfaat. Keempat, informasi positif tetapi tidak bermanfaat, seperti gosip atau berita viral.

4. Virtual Reality

Keahlian Virtual Reality atau dikenal dengan VR ini dapat membantu dalam pembuatan prototype dalam bidang tertentu, terutama pada bidang pekerja kreatif. Misalnya, membuat prototype terkait konsep sebuah mobil sebelum akhirnya dikembangkan menjadi mobil asli. Fendi mengatakan, AZ blur merupakan aplikasi yang dapat membantu dalam membuat prototype ini.

5. Digital Creativity

Digital creativity di era ini sudah menjadi kemampuan dasar. Hampir setiap orang memiliki kemampuan kreativitas digital ini. Misalnya, dalam membuat presentasi atau desain dengan lebih menarik. Aplikasi yang banyak digunakan untuk keahlian ini ialah Canva, karena di dalam aplikasi ini telah terdapat ribuan template. Nantinya, pengguna hanya tinggal mengkreasikannya.

“Dengan adanya internet, semua bisa belajar dari Youtube. Bagaimana cara pakai, tutorial mendasar, dan sebagainya terkait aplikasi yang tadi disebutkan. Semuanya sudah ada di internet,” tutur Fendi.

Di samping itu, terdapat soft skill dan hard skill yang harus dikuasai. Soft skill misalnya berupa kerja sama agar bisa mencapat tujuan bersama, pengambilan keputusan yang berkaitan erat dengan kepemimpinan, dan empati dalam bekerja untuk memahami orang lain.

Di antara hard skill dan soft skill dalam bekerja, keduanya memiliki peranan yang sama pentingnya. Hard skill berguna untuk menjalankan pekerjaan sedangkan soft skill berguna untuk aktivitas saat bekerja. Dengan demikian, kita perlu memaksimalkan keduanya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabuoaten Jayapura, Papua, Senin (16/8/2021) juga menghadirkan pembicara, Nanette Jacobus (Relawan Kemanusiaan & Content Creator), Septinus George Saa (CEO Karef Hamit Engineering), dan Tisa (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*