Adaptasi Kunci Percepatan Transformasi Digital UMKM

0

Karangasem- Kaum rebahan, begitu istilah yang mencuat selama pandemi, sebab dengan beragam pembatasan mobilitas manusia untuk memutus mata rantai virus corona, waktu untuk rebahan di rumah pun sangat banyak. Tapi bersamaan dengan itu di luar sana perkembangan teknologi digital kian pesat saja. Semua sisi kehidupan manusia dipermudah oleh ruang digital.

Menurut Aditya Sani, Founder Briefer.id, dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Karangasem, Bali Rabu 25 Agustus 2021, meski waktu rebahan sangat banyak di era pandemic, tapi hal itu tidak boleh terjadi berlarut.

“Meski pandemi semua orang bergerak maju tapi kita malah rebahan. Kalau kita tidak belajar kita akan ketinggalan. Zaman sekarang semua orang bisa belajar apa saja di ruang digital dan tak butuh membayar mahal. Sekarang mungkin semua orang menjadi spesialis,” ujar Aditya Sani dalam webinar yang dipandu oleh Tony Thamrin ini.

Lebih lanjut katanya, untuk itulah kita harus segera beradaptasi dan harus segera belajar.  Karena juga waktu kita tidak banyak dan tidak Panjang.

Perluasan teknologi digital yang oleh pemerintah akan menyentuh semua wilayah di Indonesia. Karena pembanguan di banyak daerah luar Pula Jawa tidak merata seperti di wilayah kota,  wajar jika timbul tantangan.

Sejumlah tantang itu adalah infrastruktur, SDM, ekosistem, kemauan, Gig economy yaitu suatu kondisi perekonomian di mana terjadi pergeseran status para pekerja perusahaan. Untuk mempercepat transformasi teknologi digital dibutuhkan sejumlah hal yaitu Inklusi keuangan

“Karena pada dasarnya di zaman sekarang orang harus memegang dompet masing-masing, pertukaran ke a b c bisa lebih cepat karena digital,” terangnya.

Selain itu adopsi pembayaran digital adalah salah satu kunci untuk melakukan akselerasi transformasi digital. Menurut badan pusat statistik BPS sejumlah pelaku UMKM di Indonesia tembus 64 juta orang (data per 2018).

Angka ini mewakili 99% dari total pelaku usaha nasional.  Dan daya serap tenaga kerja sektor UMKM mencapai 117 juta pekerja atau 97% dari serapan seluruh sektor usaha nasional.

Jadi wajar saja meski dibilang usaha mikro tapi kontribusi UMKM terbilang raksasa bagi perekonomian Indonesia persisnya mencapai 61% dan struktur produk domestik bruto PDB nasional sisanya disumbangkan oleh pelaku usaha besar.

Sementara itu pandemi covid 19, ternyata juga punya peran menjadi momentum percepatan. “Dulu saya tidak punya libur sepertinya harus ketemu klien besok ketemu klien lagi dan harus menghadapi macet yang satu setengah jam belum pulangnya satu setengah jam jadi saya menghabiskan 3 jam untuk mengklakson orang bahkan pernah disrempet orang. sekarang pekerjaan yang harusnya bisa dalam 5 tahun, bisa beres dalam waktu 6 bulan,” katanya lagi.

Ada beberapa hal yang menjadi pendorong digitalisasi yaitu UMKM terkoneksi baik online/offline, pengelolaan keuangan secara digital, pembelian makanan dan minuman secara digital, penggunaan dompet digital dan rekening digital serta transformasi yang mendorong mobilitas.

Khusus untuk bidang pembayaran dan jual beli secara online kita bisa memanfaatkan teknologi digital seperti untuk hiburan, membeli bahan makanan agau bayar parkir. Selain itu kita juga bisa memakai transaksi online untuk membayar tagihan sepreti Telkom. Pengiriman, kesehatan, donasi dan pendidikan.

Untuk segerap bertransformasi digital dan memanfaatkannya dengan lebih maksimal butuh gotong royong semua pihak. Dan apapun itu jika hal itu merupakan sesuatu hal yang baik maka kuncinya adalah: Mulai saja dulu!

“Saya percaya transformasi digital akan membawa lebih banyak kebaikan untuk perekonomian Indonesia, terutama pada sektor UMKM yang mau beradaptasi. Adaptasi ada kuncinya dan semua pasti bisa dan mau tidak mau harus belajar,” katanya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar kali ini juga menghadirkan Yulia Dian, Social Media Specialist, I Nyoman Wahyu Widiana, SE, M.Si, Ketua Lembaga Sayap Ekonomi Pancasila Universitas Mahendradatta dan Sondang Pratama sebagai Key Opinion Leader. 

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *