Kebulatan Tekad Warga Banjar Pande Klungkung untuk Kemenangan Koster-Ace dan BAGIA

KLUNGKUNG – Dukungan bagi I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Koster-Ace) dan Tjokorda Bagus Oka dan I Ketut Mandia (BAGIA) terus meluas seperti yang dilakukan warga Banjar Pande Kota Klungkung.

Setelah sejumlah wilayah di Kabupaten berjuluk Bumi Serombotan itu menyampaikan dukungan termasuk kalangan puri, kini giliran warga Banjar Pande di Kota Klungkung.

Dalam kegiatan pertemuan Mesima krama Senin 26 februari 2018 malam, dihadiri oleh paslon BAGIA yang akan bertarung dalam Pilkada Klungkung.

Sejumlah tokoh PDI Perjuangan hadir seperti Ketua Tim Pemenangan Koster- Ace dan BAGIA yang Wakil Ketua DPD PDIP Perjuangan Bali Tjokorda Gede Agung, Ketua DPC Partai Hanura kabupaten klungkung I Wayan Suyasa, Ketua DPC PDIP Perjuangan klungkung Anak Agung Gede ANom.

Juga hadir, Sekretaris sayap partai PDIP Perjuangan klungkung Wisnu Anggara, Ketua BP Pemilu I Dewa Yudho Endra Putra dan didampingi Pengurus PAC Banjarangkan Nengah Dauh Ariawan Ngakan kencana dan para tokoh partai PDIP Perjuangan, tokoh masyarakat banjar Pande, Klian Banjar I Nyoman Tinggal Wirawan, Komang Karya Sudiarta, Alit Nedy, Komang Kartika dan jero mangku

Tokoh masyarakat Suyono, Nyoman Bagiada, Ketut Ardana, Gusti Kadek Rai, Mangku Made Asta

Pertemuan sekaligus deklarasi kebulatan tekad bagi pasangan Koster-Ace dan AMAN berlangsung lancar penuh kebersamaan ini dihadiri ratusna warga di Banjar Pande Kota Klungkung.

“Suksma sampun memargi antar, suksma taler antuk masyarakat Banjar Pande Kota Klungkung sampun ngerauhin acara sima krama puniki,” ujar tim pemenangan jago yang diusung PDI Perjuangan itu.

Selain memberikan dukungan politik untuk pasangan BAGIA dan Koster Ace yang dikenal dengan tagline “Salam Satu Jalur” itu, warga juga mendoakan figur yang merakyat dengan program pro rakyat itu, agar bisa memenagkan Pilkada Serentak 27 Juni 2018.

Selain itu, program Satu Jalur Koster-Ace dan BAGIA dinilai sangat menyentuh kebutuhan dasar rakyat, seperti pendidikan gratis 12 tahun, kesehatan gratis.

Pasangan nomor urut 1 Koster-Ace, juga menunjukkan komitmen kuat dalam melestarikan adat, seni, budaya dan agama Hindu dengan program untuk memberi jaminan kesejahteraan bagi Sulinggih, Pemangku, Prajuru Adat, dan Pecalang, termasuk program-program untuk memberdayakan desa Adat.

Klian Banjar I Nyoman Tinggal Wirawan mewakili warga menyatakan ketertarikan dan cocok dengan visi misi Koster-Ace yang dinilai memiliki konsep dan komitmen kuat membangun Bali ke arah yang lebih maju dengan tetap memberdayakan nilai-nilai hakiki warga Bali.

Karenanya, mereka membulatkan tekad untuk memenangkan Koster-Ace dengan target kemenangan minimal 90 persen.

Diketahui, Visi misi dengan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali akan dijalankan oleh Koster-Ace melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana.

Nangun Sat Kerthi Loka Bali, itu mengandung makna; Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, Untuk Mewujudkan Kehidupan Krama Bali Yang Sejahtera dan Bahagia, Sakala-Niskala Menuju Kehidupan Krama dan Gumi Bali Sesuai Dengan Prinsip Trisakti Bung Karno.

Berdaulat secara Politik, Berdikari Secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan Melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ada sejumlah program unggulan yang disiapkan Koster-Ace, di antaranya pemenuhan kebutuhan pendidikan menengah dan menyelenggarakan Program Wajib Belajar 12 Tahun secara Gratis (Sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota).

Mengembangkan program pelayanan kesehatan GRATIS dengan format Krama Bali Sehat (KBS) yang dikembangkan/disempurnakan (cakupan layanan dan tata laksana) dari program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM).

Fasilitasi dan pemberian bantuan (subsidi) untuk pelaksanaan upacara Pitra Yadnya: Ngaben Gotong Royong dan Metatah Gotong Royong.

Program lainnya, memperhatikan kesejahteraan dan fasilitas kehidupan Sulinggih, Pemangku, Prajuru, dan Pecalang, pemberian bantuan/penyediaan rumah layak huni untuk masyarakat miskin atau bedah rumah dengan anggaran Rp 50 Juta per unit.

Adapula program memperkuat dan memberdayakan kedudukan serta kewenangan Desa Pakraman/Desa Adat sebagai lembaga untuk menyelenggarakan fungsi: Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan, serta awig-awig dan pararem, pelestarian dan pembinaan seni, budaya, dan kearifan lokal bagi Krama Bali termasuk sekeha teruna-teruni (generasi muda).

Memperkuat jatidiri dan integritas moral Krama Bali sesuai dengan nilai-nilai adat-istiadat, agama, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal dan Mengembangkan perekonomian rakyat (Pasar Adat, LPD, BUM Desa Adat, Toko Moderen yang berpenampilan seperti Alfamart).

Membangun Pusat Kebudayaan Bali dalam satu kawasan meliputi: panggung terbuka berkapasitas besar, gedung kesenian/ panggung tertutup, museum tematik, dan Bali Convention Center, dan sejumlah program unggulan lainnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*