BKB Sandat Menesa Kampial Siap Wakili Bali di Tingkat Nasional

BADUNGĀ – Bina Keluarga Balita (BKB) Sandat, Lingkungan Menesa, Kampial Kelurahan Benoa, siap mewakili Bali dalam lomba BKB tingkat nasional. Kesiapan ini dilontarkan Ketua BKB Sandat, Drs I Wayan Arsa Antara dan Kepala Lingkungan Menesa Wayan Loka Astika, Selasa (10/4).

Loka, panggilan akrab Kaling Menesa ini mengatakan kesiapan kita semakin kuat setelah diniliai oleh tim Penilai Lomba BKB Propinsi Bali saat penilaian Tingkat Kabupaten, Sabtu (7/4) lalu. Selaku penanggungjawab BKB Sandat dirinya mengaku optimis bisa memberikan yang terbaik jika dipercaya mewakili Bali ke tingkat Nasional.

Ditanya optimisme yang mendasari pihaknya bisa lolos mewakili Bali, Loka mengungkapkan karena sejauh ini perkembangan BKB Sandat berjalan sangat baik. Baik dari sisi Administrasi maupun pelayanan ke masyarakat. Selain itu keunggulan yang dimiliki BKB Sandat adalah terintegrasi satu atap dengan Paud milik Yayasan PKK Banjar Menesa, Kampial. Dimana dalam kegiatannya juga ada permainan tradisional yang menggunakan akat.

“Selain itu, Ketua BKB kami adalah seorang pria. Dimana rata-rata lainnya biasanya Kepala BKB adalah seorang perempuan. Ini juga mungkin menjadi salah satu keunggulan yang membedakan dengan BKB lainnya,” ujar Loka.

Ditanya kiatnya dalam memotivasi para ibu-ibu agar antusias mengikuti program BKB di tengah kesibukannya sebagai daerah pariwisata, Loka Astika mengungkapkan selain rutin memberikan pembinaan, pihaknya juga melaksanakan sistem jemput bola. Dimana jajaran BKB ini turun langsung ke rumah-rumah Balita binaan guna memberikan motivasi dan pemahaman pentingnya kegiatan tersebut.

“Melihat antusiasme ibu-ibu mengikuti kegiatan saya optimis bisa mewakili Bali ke tingkat Nasional.


Hal senada disampaikan Ketua BKB Sandat, Drs I Wayan Arsa Antara.
Arsa Antara menuturkan BLB Sandat dibentuk Tanggal 26 juni 2011. Tujuannya adalah untuk membina, melatih, menambah pengetahuan dan ketrampilan orang tua supaya lebih tahu mengasuh, mendidik anak secara optimal. Selain itu agar orang tua bisa mengatur waktu mengasuh anaknya. Sedangkan manfaat untuk anak sendiri, adalah agar bisa membentuk anak yang kreatif, aktif mandiri serta sehat dan berkwalitas.


Adapun sasarannya adalah orang tua yang punya balita umur 0 sampai 6 tahun. Kelompok Sandat jumlah sasarannya adalah 53 keluarga binaan. Dimana dalam kegiatannya yang juga memberikan pembinaan ada dari Kepada Lingkunan, Puskesmas, Lurah, Pihak Kecamatan, PKK, serta dari dinas kabupaten badung.”

Dari pembimanan yang kami dapat kami melakukan penyesuaian sesuai tugas masing-masing kader untuk memberikan penyuluhan. Dimana materi yang diberikan menyangkut 7 perkembangan anak, 8 pertumhuhan kekuarga dan 9 langkah menjadi orang tua hebat.

“Kerjasmaa kami di BKB dengan ibu-ibu PKK yang banyak mendukung kegiatan yang kami lakukan. Karena BKB Sandat ini terintegrasi dengan posyandu dan Paud milik Yayasan PKK,” paparnya.

Dimana jenis kegiatan yang dilakukan dari menimbang balita, memberikan makanan bergizi dan imunisasi. Selain itu juga dilakukan beragai kegiatan seni dengan paud yang ada di TK Wisma Kumara yang dikelola.l oleh yayasan PKK Banjar Menesa yang telah aktif di bidang seni.


“Jadi ada juga kegiatab bermain dab lainnya yang dikenal dengan istilah Holystik Intergatif,” imbuhnya.

Dia mengaku bangga karena Sambutan kepala dinas Kesehatan Kab. Badung yang memberikan apresiasi dan suport luar biasa atas perkembangan BKB Sandat. Baik dari sisi adminitrasi maupun kegiatan di lapangan. “Beliau tetap membeeikan-pembinaan agar kami lebih baik lagi,” ujarnya.


Oleh karenanya pihaknya mengaku sangat siap untuk tampil mewakili Bali di tingkat Nasional jika diberikan kepercayaan. Selain itu, optimis karena ada keunggulan yang dimiliki. Diantaranya dari segi kegiatan yang menunjukan animo keluarga balita yang sangat tinggi dalam kehadiarannya yaitu mencapai 90 persen yang artinya sangat mendukung apa yang menjadi sasaran.


Selain itu dukungan pemda Badung yang luar hiasa. Dimana sebelum dilakukan penilaian pihaknya dapat audensi dan Pemda memberikan apresiaai yang luar biasa serta sangat mendukung baik moral maupun lainnya.


Terkait persiapan ke depan, menurutnya yang perlu disempurnakan yaitu terkait materi yang diberikan pada awalnya yaitu menyangkut 7 aspek perkembangan anak, 8 aspek fungsi keluarga dan 9 aspek menjadi ortu hebat. “Ini yang perlu diperdalam dalam lagi untuk ke nasional,” ujarnya sembari siap melakukan yang terbaik jika dipercaya berlaga di Tingkat Nasional. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*