Ikan Gabus Haruan Bernilai Ekonomis dan Pengaruhi Inflasi Kalsel

Kalimantan Selatan merupakan salah satu sentra potensial komoditas ikan gabus untuk pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya./Dok. KKP

Jakarta – Komoditas ikan Gabus Harua mempunyai nilai ekonomis yang tinggi di Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dan merupakan salah satu komoditas yang mempengaruhi inflasi daerah.

Kalimantan Selatan merupakan salah satu sentra potensial komoditas ikan gabus untuk pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya. Ia juga menyampaikan, kegiatan ini juga mendukung keberlanjutan ikan endemik lokal.

Pembangunan kampung budidaya ditujukan dalam dua hal yakni meningkatkan perekonomian daerah dan ketahanan pangan. Kemudian yang kedua dalam rangka mendukung, keberlanjutan ikan-ikan endemik lokal.

Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing

“Keunggulan induk Gabus Haruan yang dihasilkan sudah terdomestikasi, adaptif terhadap lingkungan budidaya, memiliki daya tahan yang baik terhadap penyakit, dan memiliki kemampuan telusur sumber benihnya,” tutur Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu dikutip dari keterangan tertulisnya Sabtu 9 Januari 2021.

Model tersebut diharapkan dapat menjadi showcase dan trigger bagi stakeholder yang ingin melakukan budidaya

Diketahui, Unit produksi Gabus Haruan ini dibangun di lahan seluas 1.000 meter persegi dengan tujuan untuk menghasilkan induk unggul bagi pembudidaya ikan sebanyak 25 – 30 ribu ekor per tahun.

KKP Siapkan 120 Kampung Nelayan Maju Dukung Ekonomi Biru

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*