Malam Budaya Bulan Bung Karno 2026 Satukan Kebudayaan, Industri Kreatif, dan Gerakan Koperasi di Bali

0

Kabardenpasar, 5 Juni 2026-Semangat kebudayaan, kreativitas, dan ekonomi gotong royong berpadu dalam penyelenggaraan Malam Budaya Bulan Bung Karno 2026 yang berlangsung di Pitaloka Sanur, Bali, Jumat (5/6).

Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara insan budaya, pelaku industri kreatif, gerakan koperasi, dan masyarakat dalam memperingati Bulan Bung Karno serta meneguhkan kembali cita-cita Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Acara yang dihadiri oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia Dr. Ferry Juliantono, S.E.Ak., M.Si, Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, Ketua Harian BPP APPMI Lalu Hilman Afriandi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Try Arya Dhyana Kubontubuh, serta berbagai tokoh budaya dan pelaku industri kreatif ini diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan persembahan Tari Teruna Jaya, salah satu tarian klasik Bali yang melambangkan semangat kepemudaan, keberanian, dan optimisme.
Dalam sambutan pembukaan, semangat Bung Karno tentang pentingnya kebudayaan sebagai fondasi pembangunan bangsa menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh rangkaian kegiatan malam itu.
Pelantikan BPD APPMI Bali Masa Bakti 2026–2031
Salah satu agenda utama dalam Malam Budaya Bulan Bung Karno 2026 adalah pelantikan Badan Pengurus Daerah Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (BPD APPMI) Bali Masa Bakti 2026–2031.
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Harian Badan Pengurus Pusat APPMI dan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Pengesahan Pengurus BPD APPMI Bali, pengucapan janji pelantikan, penandatanganan berita acara, penyerahan Bendera Pataka APPMI, serta foto bersama pengurus yang baru dilantik.
Susunan Pengurus BPD APPMI Bali Masa Bakti 2026–2031 yang dilantik adalah:
Pengurus Harian
 Ketua: Kadek Wira Dika Saskara
 Wakil Ketua: I Made Andika Putra
 Sekretaris I: Putu Adi Kerta Pratama
 Sekretaris II: Maylinca Wiandary Wacano
 Bendahara I: Kadek Ayu Hetty Indra Dewi
 Bendahara II: Ni Made Anggara Yuni Sari
Anggota Kehormatan
 Tjokorda Abinanda Sukawati
 Mas Malaika
 Anak Agung Istri Kresna Vindhari
Anggota
 Pande Putu Wijana
 Ni Wayan Sumiati
 Kadek Dode Moneko
 Inggi Kendran
 I Gusti Ngurah Krisna Adi
 Nita Susianita
 Anak Agung Sasmitra Monica Mohindra
Pengurus baru diharapkan mampu memperkuat posisi Bali sebagai salah satu pusat kreativitas mode Indonesia yang mengakar pada warisan budaya dan tradisi lokal.
Fashion Show APPMI Bali Tampilkan Kreativitas Desainer Bali
Usai pelantikan, APPMI Bali mempersembahkan sebuah pergelaran busana yang menampilkan karya-karya para desainer anggota APPMI Bali. Fashion show ini menjadi panggung bagi para perancang untuk menunjukkan bagaimana tradisi, identitas budaya, dan inovasi dapat berpadu menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman.
Beberapa desainer yang menampilkan karya dalam pergelaran tersebut antara lain:
 Tjok Abi (Tjokorda Abinanda Sukawati)
 Dika Saskara
 Andhika Pagimotley
 Shjma
 Inggi Kendran
 Basundhary Hardy
Melalui karya-karya yang ditampilkan, para desainer menghadirkan perspektif beragam mengenai wastra, identitas budaya, dan ekspresi kreatif yang memperkaya khazanah mode Indonesia.
Peluncuran Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia
Memasuki sesi berikutnya, seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan Mars dan Hymne Laskar Juang Indonesia sebagai simbol semangat perjuangan dan kebersamaan.
Malam yang sarat makna tersebut kemudian mencapai salah satu puncaknya melalui Peluncuran Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia bersama Rieke Diah Pitaloka selaku Ketua Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia.
Peluncuran ditandai dengan:
 Pengalungan Kalung Kapas sebagai simbol komitmen membangun ekonomi rakyat;
 Penyerahan Seikat Padi sebagai lambang kesejahteraan dan kemakmuran;
 Penyematan pin Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia kepada Ketua, Sekretaris, dan Bendahara koperasi.
Prosesi tersebut menjadi simbol lahirnya sebuah gerakan koperasi yang berupaya memperkuat ekonomi rakyat melalui semangat gotong royong, solidaritas, dan kemandirian ekonomi.
Dalam sambutannya, Rieke Diah Pitaloka menegaskan pentingnya koperasi sebagai instrumen perjuangan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berpihak kepada masyarakat luas. Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia menyampaikan dukungan terhadap penguatan gerakan koperasi nasional sebagai salah satu fondasi pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan.
Penampilan Rizal Hadi dan Doa Lintas Agama untuk Indonesia
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penampilan istimewa dari Rizal Hadi, seorang multi-instrumentalis, penyanyi-penulis lagu, pembuat instrumen, produser musik, dan aktivis sosial asal Jawa Barat.
Melalui instrumen ciptaannya yang bernama Rasendriya, Rizal Hadi menghadirkan pengalaman musikal yang memadukan unsur tradisi Nusantara dengan eksplorasi bunyi kontemporer, menghadirkan suasana reflektif sekaligus penuh energi sebagai penutup malam budaya.
Sebagai bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno, panitia juga menggelar Peringatan Hari Lahir Bung Karno tepat pada pukul 00.00 WITA yang dirangkai dengan Doa Lintas Agama untuk Indonesia. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan kepada Sang Proklamator sekaligus ungkapan harapan agar Indonesia terus maju, bersatu, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Melalui Malam Budaya Bulan Bung Karno 2026, para peserta tidak hanya mengenang pemikiran dan perjuangan Bung Karno, tetapi juga menghidupkan kembali semangatnya melalui kebudayaan, kreativitas, solidaritas sosial, dan penguatan ekonomi rakyat.

Panitia Malam Budaya Bulan Bung Karno 2026
Pitaloka Sanur, Bali
Didukung oleh APPMI Bali, Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia, Pitaloka, dan Yayasan Andi dan Dina.

Kabardenpasar, 5 Juni 2026 -Semangat kebudayaan, kreativitas, dan ekonomi gotong royong berpadu dalam penyelenggaraan Malam Budaya Bulan Bung Karno 2026 yang berlangsung di Pitaloka Sanur, Bali, Jumat (5/6).

Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan antara insan budaya, pelaku industri kreatif, gerakan koperasi, dan masyarakat dalam memperingati Bulan Bung Karno serta meneguhkan kembali cita-cita Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Acara yang dihadiri oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia Dr. Ferry Juliantono, S.E.Ak., M.Si, Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka, Ketua Harian BPP APPMI Lalu Hilman Afriandi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Try Arya Dhyana Kubontubuh, serta berbagai tokoh budaya dan pelaku industri kreatif ini diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan persembahan Tari Teruna Jaya, salah satu tarian klasik Bali yang melambangkan semangat kepemudaan, keberanian, dan optimisme.

Dalam sambutan pembukaan, semangat Bung Karno tentang pentingnya kebudayaan sebagai fondasi pembangunan bangsa menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh rangkaian kegiatan malam itu.

Pelantikan BPD APPMI Bali Masa Bakti 2026–2031

Salah satu agenda utama dalam Malam Budaya Bulan Bung Karno 2026 adalah pelantikan Badan Pengurus Daerah Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (BPD APPMI) Bali Masa Bakti 2026–2031.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Harian Badan Pengurus Pusat APPMI dan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Pengesahan Pengurus BPD APPMI Bali, pengucapan janji pelantikan, penandatanganan berita acara, penyerahan Bendera Pataka APPMI, serta foto bersama pengurus yang baru dilantik.

Susunan Pengurus BPD APPMI Bali Masa Bakti 2026–2031 yang dilantik adalah:

Pengurus Harian
– Ketua: Kadek Wira Dika Saskara
– Wakil Ketua: I Made Andika Putra
-Sekretaris I: Putu Adi Kerta Pratama
-Sekretaris II: Maylinca Wiandary Wacano
-Bendahara I: Kadek Ayu Hetty Indra Dewi
-Bendahara II: Ni Made Anggara Yuni Sari

Anggota Kehormatan
-Tjokorda Abinanda Sukawati
-Mas Malaika
-Anak Agung Istri Kresna Vindhari

Anggota
– Pande Putu Wijana
-Ni Wayan Sumiati
-Kadek Dode Moneko
-Inggi Kendran
-I Gusti Ngurah Krisna Adi
-Nita Susianita
-Anak Agung Sasmitra Monica Mohindra

Pengurus baru diharapkan mampu memperkuat posisi Bali sebagai salah satu pusat kreativitas mode Indonesia yang mengakar pada warisan budaya dan tradisi lokal.

Fashion Show APPMI Bali Tampilkan Kreativitas Desainer Bali

Usai pelantikan, APPMI Bali mempersembahkan sebuah pergelaran busana yang menampilkan karya-karya para desainer anggota APPMI Bali. Fashion show ini menjadi panggung bagi para perancang untuk menunjukkan bagaimana tradisi, identitas budaya, dan inovasi dapat berpadu menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman.

Beberapa desainer yang menampilkan karya dalam pergelaran tersebut antara lain:

 Tjok Abi (Tjokorda Abinanda Sukawati)
 Dika Saskara
 Andhika Pagimotley
 Shjma
 Inggi Kendran
 Basundhary Hardy

Melalui karya-karya yang ditampilkan, para desainer menghadirkan perspektif beragam mengenai wastra, identitas budaya, dan ekspresi kreatif yang memperkaya khazanah mode Indonesia.

Peluncuran Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia

Memasuki sesi berikutnya, seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan Mars dan Hymne Laskar Juang Indonesia sebagai simbol semangat perjuangan dan kebersamaan.

Malam yang sarat makna tersebut kemudian mencapai salah satu puncaknya melalui Peluncuran Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia bersama Rieke Diah Pitaloka selaku Ketua Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia.

Peluncuran ditandai dengan:

-Pengalungan Kalung Kapas sebagai simbol komitmen membangun ekonomi rakyat;
-Penyerahan Seikat Padi sebagai lambang kesejahteraan dan kemakmuran;
-Penyematan pin Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia kepada Ketua, Sekretaris, dan Bendahara koperasi.

Prosesi tersebut menjadi simbol lahirnya sebuah gerakan koperasi yang berupaya memperkuat ekonomi rakyat melalui semangat gotong royong, solidaritas, dan kemandirian ekonomi.

Dalam sambutannya, Rieke Diah Pitaloka menegaskan pentingnya koperasi sebagai instrumen perjuangan ekonomi rakyat yang berkeadilan dan berpihak kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia menyampaikan dukungan terhadap penguatan gerakan koperasi nasional sebagai salah satu fondasi pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan.

Penampilan Rizal Hadi dan Doa Lintas Agama untuk Indonesia.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penampilan istimewa dari Rizal Hadi, seorang multi-instrumentalis, penyanyi-penulis lagu, pembuat instrumen, produser musik, dan aktivis sosial asal Jawa Barat.

Melalui instrumen ciptaannya yang bernama Rasendriya, Rizal Hadi menghadirkan pengalaman musikal yang memadukan unsur tradisi Nusantara dengan eksplorasi bunyi kontemporer, menghadirkan suasana reflektif sekaligus penuh energi sebagai penutup malam budaya.

Sebagai bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno, panitia juga menggelar Peringatan Hari Lahir Bung Karno tepat pada pukul 00.00 WITA yang dirangkai dengan Doa Lintas Agama untuk Indonesia. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan kepada Sang Proklamator sekaligus ungkapan harapan agar Indonesia terus maju, bersatu, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Melalui Malam Budaya Bulan Bung Karno 2026, para peserta tidak hanya mengenang pemikiran dan perjuangan Bung Karno, tetapi juga menghidupkan kembali semangatnya melalui kebudayaan, kreativitas, solidaritas sosial, dan penguatan ekonomi rakyat.

Panitia Malam Budaya Bulan Bung Karno 2026
Pitaloka Sanur, Bali
Didukung oleh APPMI Bali, Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia, Pitaloka, dan Yayasan Andi dan Dina.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *