Menko AHY Targetkan BMTH Pelabuhan Benoa Jadi Marina Terbesar di Asia Tenggara

0

KABARDENPASAR – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap percepatan pembangunan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.

Proyek strategis ini dirancang untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara kelas atas (high spending tourism), yang diharapkan membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Bali dan Indonesia.

“Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, dan salah satu yang paling strategis adalah Bali. BMTH adalah proyek strategis untuk membangun ekosistem wisata bahari dunia,” ujar Menko AHY saat meninjau langsung proyek BMTH pada Selasa (21/7/2026).

Menurut AHY, pembangunan BMTH sangat relevan dengan tren global. Permintaan pasar terhadap wisata kapal pesiar (cruise) dan kapal layar mewah (yacht) tumbuh konsisten sekitar 7,5 persen secara tahunan (CAGR). “Persoalannya sering seperti ayam dan telur, mana yang duluan antara demand atau fasilitas. Demand-nya ada dan terhitung, jadi fasilitasnya harus kita siapkan. Para pemilik yacht ini tinggal bukan cuma hitungan minggu, tapi bisa bulanan hingga tahunan. Konsumsi mereka akan menggerakkan ekonomi Bali,” jelasnya.

Nantinya, BMTH diproyeksikan memiliki fasilitas kelas dunia, antara lain: Kapasitas Marina mampu menampung hingga 188 kapal yacht berbagai ukuran, termasuk kategori super yacht dan mega yacht. Dermaga Cruise dengan fasilitas tambat modern dengan teknologi terkini yang mampu menampung hingga 5 kapal pesiar raksasa sekaligus. Ditambah fasilitas penunjang nantinya ada area hiburan, pusat perbelanjaan, taman terbuka, dan ruang terbuka hijau (RTH) yang aman dan nyaman.

Untuk melancarkan proyek ini, pemerintah akan merelokasi ratusan kapal perikanan yang saat ini bersandar di kawasan Pelabuhan Benoa ke pelabuhan baru di bawah koordinasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Perwakilan KKP yang mendampingi Menko AHY menjelaskan bahwa sosialisasi kepada para nelayan dan pengusaha kapal telah rampung dijalankan dan mereka menyatakan siap pindah. Tahun 2027 proses pemindahan ratusan kapal ikan dimulai secara bertahap seiring rampungnya fasilitas baru. Akhir Tahun 2028 ditarget seluruh proses relokasi tuntas dan BMTH beroperasi penuh.

Sehari sebelum kunjungan lapangan ini, Senin (20/7/2026), Menko AHY juga telah memimpin Rapat Koordinasi Pengembangan Wilayah Bali bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Pariwisata, Menteri Ekonomi Kreatif, perwakilan ATR/BPN, serta jajaran kepala daerah se-Provinsi Bali.

AHY mengingatkan agar modernisasi infrastruktur pariwisata di Bali tidak mengorbankan identitas lokal. Pengembang wajib menaati Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang berlaku.”Kemajuan pariwisata tidak boleh meninggalkan aspek kelestarian lingkungan. Kita harus jaga alam dan budaya Bali. Jika semua sesuai tata ruang dan memenuhi standar sustainability, kawasan ini akan menjadi salah satu marina terbesar dan terbaik di Asia Tenggara,” pungkas AHY.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *