Dedikasi untuk Kemanusiaan, Ketua Sole Family Bali Yuli Utomo Tembus 50 Besar DPD RI Awards 2026

0

Kabardenpasar – Ketua Yayasan Sole Family Bali, Adv. Yuli Utomo, SH., MH., C.Med., sukses menembus 50 besar peserta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Awards 2026 di Bidang Kesehatan. Pencapaian gemilang dari tokoh asal Bali ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi tanpa batasnya dalam memperjuangkan martabat kemanusiaan, kesetaraan, serta inklusi sosial bagi masyarakat difabel dan kurang mampu.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi Yayasan Sole Family Bali untuk terus hadir, melayani, dan memberikan dampak nyata bagi sesama,” ucap Yuli Utomo, Rabu (9/9/2026).

Ia menambahkan bahwa dukungan penuh dari masyarakat Bali dan Indonesia menjadi pelecut semangat agar Sole Family Bali bisa terus membuktikan diri memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat yang membutuhkan.

Ajang DPD RI Awards 2026 sendiri merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 DPD RI. Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, menjelaskan bahwa penghargaan ini dirancang khusus untuk mengapresiasi tokoh-tokoh daerah yang telah memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, namun selama ini luput dari sorotan luas media.

“Dari aspirasi yang masuk menyebutkan jika banyak tokoh di daerah yang belum terperhatikan. Acara ini merupakan murni aspirasi dari masyarakat yang ada di daerah-daerah,” ungkap Sultan B. Najamudin kepada awak media.

Terdapat empat kategori utama dalam ajang ini, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Ketahanan Pangan, serta Seni dan Budaya. Panitia memastikan seluruh proses penjaringan dan penilaian berlangsung secara objektif serta bebas dari intervensi pihak mana pun.

Pencapaian ini sekaligus memperpanjang daftar prestasi Yuli Utomo di ajang yang sama. Pada tahun sebelumnya, ia juga sukses menyabet penghargaan sebagai 10 Besar Finalis DPD RI Awards 2025 untuk Kategori Pembangunan Sosial & Kesehatan.

Prestasi Yuli Utomo tidak hanya bersinar di level nasional. Pria yang berprofesi sebagai lawyer (advokat) dan tengah menempuh studi Doktoral (S3) di Universitas Warmadewa ini dikenal luas memiliki rekam jejak mentereng di kancah internasional. Belum lama ini, ia dinobatkan sebagai Best Presentation pada ajang bergengsi World Disability and Rehabilitation Conference (WDRC 2026) ke-11 yang digelar di Bali pada 10-11 Agustus 2026.

Konferensi global tersebut dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari 27 negara, mulai dari akademisi, praktisi hukum, hingga pembuat kebijakan. Di hadapan panel akademik internasional, termasuk Prof. Mercy Tshilidzi Mauladzi dari Afrika Selatan dan Dr. Neha Aneja dari India. Yuli Utomo memukau peserta melalui penelitiannya yang mengkaji penguatan perlindungan hukum bagi penyandang gangguan mental.

Penelitiannya secara cerdas mengintegrasikan regulasi formal dengan prinsip hukum adat Bali serta struktur sosial berbasis komunitas. Lewat kajian tersebut, Yuli menegaskan bahwa isu kesehatan mental bukan sekadar urusan medis, melainkan menyangkut hak-hak fundamental seperti martabat manusia, non-diskriminasi, serta akses penuh terhadap keadilan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *