Inspiratif, Ibu Rumah Tangga Mengawali Bisnis Camilan Rumahan hingga Membentuk Klaster Keripik Ayam Biru
KABARDENPASAR – Kisah inspiratif datang dari seorang ibu rumah tangga di Denpasar, Bali, bernama Ni Luh Sri Wahyuningsih. Di tengah kesibukannya mengurus keluarga, ia sukses membangun bisnis camilan rumahan hingga membentuk Klaster Keripik Ayam Biru yang memberdayakan puluhan ibu rumah tangga di sekitarnya. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan program Klasterku Hidupku dari Bank BRI.
Sri merintis usaha keripik ayam ini sejak tahun 2017 di kediamannya, kawasan Kesiman Petilan, Denpasar. Tujuan awalnya sederhana, yaitu ingin membantu keuangan keluarga tanpa mengabaikan perannya sebagai ibu rumah tangga.
“Awalnya dulu saya sendiri yang membuat keripik ini. Lalu lama-lama tetangga banyak yang bertanya, kok bisa saya mengurus anak sambil tetap mendapatkan penghasilan tambahan. Akhirnya banyak yang sering datang ke rumah untuk lihat prosesnya,” ujar Sri.
Ketertarikan para tetangga mendorong Sri untuk berbagi ilmu. Banyak ibu rumah tangga di lingkungannya yang kemudian tergerak untuk memproduksi keripik sendiri di rumah masing-masing demi membantu perekonomian keluarga.
Titik balik usaha Sri terjadi pada tahun 2019. Sebagai nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, ia mendapat saran dari mantri BRI untuk membentuk sebuah klaster usaha.
“Saya didampingi untuk membuat klaster dengan anggota ibu-ibu di sekitar sini juga, tetangga satu kompleks. Akhirnya terbentuk Klaster Kripik Ayam Biru ini,” jelasnya.
Kini, klaster tersebut telah memiliki 28 anggota aktif. Pendampingan dari program Klasterku Hidupku BRI membawa perubahan besar, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga manajemen bisnis.
BRI memberikan berbagai bantuan nyata kepada klaster ini, antara lain:
- Peningkatan Kemasan: Mengubah kemasan polos menjadi lebih menarik dan bernilai jual.
- Bantuan Sarpras: Pemberian kompor, alat penggorengan, hingga freezer untuk menjaga kualitas bahan baku.
- Permodalan: Fasilitas KUR BRI untuk modal usaha anggota.
- Pelatihan Bisnis: Edukasi berkala mengenai branding, packaging, dan strategi pemasaran.
- Promosi: Mengikutsertakan klaster dalam berbagai pameran UMKM BRI.
Saat ini, Klaster Keripik Ayam Biru mampu memproduksi hingga 400 kilogram keripik ayam setiap hari. Produk varian rasa original ini sudah didistribusikan ke berbagai toko grosir di seluruh Bali hingga merambah luar pulau.
Perjalanan bisnis ini bukan tanpa hambatan. Sri mengakui bahwa fluktuasi harga bahan baku seperti daging ayam, tepung, dan bumbu menjadi tantangan utama. Selain itu, banyaknya agenda keagamaan di Bali terkadang membuat kapasitas produksi menurun karena anggota harus libur.
Meski demikian, Sri tetap bersyukur karena usaha ini menjadi ruang tumbuh bersama yang meningkatkan kesejahteraan para ibu rumah tangga di lingkungannya. Ia pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak perbankan yang terus mengawal modal dan keterampilan mereka.
Secara terpisah, Pemimpin Kantor Cabang BRI Gajah Mada Denpasar, Janarka Dwi Atmaja, menyatakan bahwa program Klasterku Hidupku memang dirancang untuk mendorong UMKM naik kelas melalui pendekatan ekosistem yang kolaboratif.
“Hingga saat ini, di BRI Kantor Cabang Gajah Mada Denpasar terdapat 21 klaster usaha yang bergabung dalam program Klasterku Hidupku. Kisah Klaster Kripik jadi kisah inspiratif di wilayah Denpasar dapat direplika oleh pelaku UMKM lainnya,” pungkas Janarka.