KABARDENPASAR – Ikatan Keluarga Besar Flores, Sumba, Timor, dan Alor (IKB Flobamora) Provinsi Bali akan menggelar pemilihan ketua umum menggantikan Herman Umbu Billy yang telah habis masa baktinya.

Untuk sementara, caretaker Ketua Umum IKB Flobamora Bali dipercayakan kepada lima orang, yakni diketuai Fredrik Billy dengan anggota Ardy Ganggas, Agustinus Dei Segu, Yanri Ottu, dan Fila Hidayana.

Hal itu terungkap saat IKB Flobamora Bali menggelar rapat tim penjaringan dan penyaringan bakal calon ketua umum masa bakti 2026-2029, di Rumah Sinergi, Warung Sang Dewi, Jalan Tukad Musi, Renon, Denpasar, Senin (27/7) sore.

Fredrik Billy menuturkan bahwa dalam Rapat Tertinggi Anggota (RTA) Flobamora Bali yang dilaksanakan bulan lalu, tidak mengemuka bakal calon ketua umum, sehingga diputuskan dibentuk caretaker. “Dari masukan anggota paguyuban, menghendaki figur yang bisa mempersatukan,” tuturnya.

Dikatakan, tugas dari caretaker untuk mempersiapkan RTA Luar Biasa paling lambat tiga bulan, sekaligus menjaring dan menyaring bakal calon ketua umum. “Syarat dari bakal calon ketua umum jika memungkinkan dari tiga pulau besar. Yakni Flores, Sumba, dan Daratan Timor,” sebutnya.

Dari hasil masukan dari Tim Penyaringan dan Penjaringan, terdapat tiga calon yang akan menjadi bakal calon ketua umum. Yaitu dari Flores Sensilius Dore, dari Sumba Gideon Napatadi, dan dari Timor Sindi Rotnana.

“Hari ini mulai mendaftarkan diri dan pengambilan formulir kesediaan menjadi bakal calon ketua umum. Kalau hanya satu yang mendaftar, berarti nanti hanya calon tunggal. Batas akhir pendaftaran sampai tanggal 31 Juli 2026,” katanya.

Lanjutnya, pada tanggal 2 Agustus 2026, dilanjutkan dengan sosialisasi ke unit-unit yang ada di seluruh kabupaten/kota se-Bali. “Kami akan melakukan sosialisasi bakal calon, lanjut menyerahkan formulir dukungan hingga tanggal 5 Agustus 2026 batas akhir menyerahkan dukungan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, tanggal 17 Agustus 2026 bertepatan dengan HUT RI akan digelar RTA Luar Biasa. “Diawali dengan upacara bendera, dan yang hadir memakai pakaian adat. Habis itu baru RTA Luar Biasa. Kalau nanti kemungkinan ada pelantikan, saya harap pemerintah bisa hadir,” harapnya.

Fredrik Billy juga mengungkapkan bahwa persyaratan untuk menjadi bakal calon yakni anggota yang terdaftar di unit, pernah ikut di organisasi sebagai pengurus, pembina, maupun penasihat. “Mempunyai waktu luang, minimal usia 40 tahun, sehat jasmani saat pendaftaran,” pungkasnya.

Sebelumnya, sesepuh Flobamora Bali, Yusti Diaz menyampaikan, penjaringan ketua umum merupakan momentum penting. “Karena Flobamora merupakan organisasi besar di Bali, yang merupakan warga Bali keturunan dari timur,” singkatnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *