Masa Depan Estetika Medis: Pakar Korea Selatan dan Indonesia Kupas Keunggulan Toksin Botulinum Daewoong di Global KOL Summit Bali 2026

0

Kabardenpasar– Industri estetika medis global kembali menyoroti perkembangan teknologi terbaru dalam perawatan kecantikan. Dalam ajang eksklusif NMC EXCLUSIVE Global KOL Summit Bali 2026 yang digelar oleh perusahaan farmasi global terkemuka, Daewoong Pharmaceutical, puluhan dokter dan pakar estetika terkemuka dari berbagai belahan dunia berkumpul untuk membagikan pengalaman klinis serta perspektif mereka mengenai penggunaan toksin botulinum dalam praktik estetika modern.

Pertemuan internasional bertema “SHAPED – SHAPING – WHAT’S NEXT” yang berlangsung di Bali ini menjadi wadah strategis bagi para Key Opinion Leader (KOL) dari 11 negara—termasuk Korea Selatan, kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, hingga Amerika Latin—untuk merumuskan arah masa depan terapi toksin botulinum.

Sebagai pelopor tren kecantikan dunia atau K-Beauty, para dokter dari Korea Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap toksin botulinum yang dikembangkan oleh Daewoong.

Dr. Choon Shik Yoon, pakar medis asal Korea Selatan, menjelaskan bahwa produk toksin botulinum milik Daewoong menonjol di pasar global karena memiliki tingkat kemurnian yang sangat tinggi.
“Produk toksin botulinum Daewoong memiliki karakteristik kemurnian tinggi yang memberikan efek kerja cepat, akurat, dan presisi tinggi pada area perawatan tertentu,” ujar Dr. Choon Shik Yoon dalam sesi ilmiah.

Keunggulan klinis ini dinilai krusial guna memastikan hasil visual yang natural, meminimalkan risiko resistensi obat, serta meningkatkan kepuasan pasien dalam praktik estetika sehari-hari.

Sinergi internasional ini juga disambut baik oleh komunitas medis Indonesia. Perwakilan pakar estetika dari Indonesia, dr. Anesia Tania, mengungkapkan bahwa forum eksklusif ini memberikan dampak yang sangat signifikan bagi perkembangan kompetensi dokter lokal dalam mengadopsi teknik perawatan mutakhir.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi para pakar medis dari berbagai negara untuk saling berbagi pengalaman klinis, teknik perawatan, serta pandangan mengenai penggunaan toksin botulinum dalam praktik sehari-hari,” tutur dr. Anesia Tania.

Ia berharap pertukaran ilmu lintas negara seperti ini terus berjalan konsisten agar para praktisi medis dapat tumbuh bersama dalam menghadirkan prosedur estetika yang semakin aman, efektif, dan berbasis bukti ilmiah.

Sejak mengantongi persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA), lini toksin botulinum milik Daewoong Pharmaceutical terus mencatatkan performa luar biasa dengan rata-rata pertumbuhan penjualan tahunan mencapai 57%.

Junsoo Yun, Head of NABOTA Business Division Daewoong Pharmaceutical Korea, menegaskan bahwa kesuksesan komersial ini tidak lepas dari komitmen perusahaan dalam membangun hubungan erat dengan komunitas medis melalui penguatan bukti-bukti klinis.
“Seiring dengan semakin luasnya jangkauan toksin botulinum Daewoong di pasar global, kami terus membangun kepercayaan melalui pertukaran pengalaman klinis,” kata Junsoo.

Ia menambahkan bahwa ajang seperti NMC EXCLUSIVE memiliki peran vital sebagai kompas untuk menentukan masa depan dan arah baru penggunaan toksin botulinum secara global.

Selain mengikuti rangkaian simposium ilmiah intensif, para delegasi dokter juga berkesempatan mengunjungi NULOOK Clinic di Bali, sebuah klinik estetika medis yang mengintegrasikan pendekatan teknologi kecantikan modern Korea Selatan, serta mengunjungi ruang kerja bersama multifungsi milik Daewoong Group, BWork Uluwatu.

Pertemuan ini menegaskan posisi Daewoong tidak hanya sebagai produsen produk, namun juga sebagai penggerak ekosistem edukasi estetika medis terintegrasi di dunia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *