Ratusan Dokter Hewan dan Mahasiswa FKH Unud Gelar Vaksinasi dan Sterilisasi Gratis di Pecatu

0

Kabardenpasar – Serangkaian menyambut peringatan Hari Rabies Sedunia atau World Veterinary Day 2026, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) wilayah Bali bersama mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana dan Pemerintah Kabupaten Badung menggelar bakti sosial berupa vaksinasi dan sterilisasi hewan gratis di kawasan Kuta Selatan, kabupaten Bandung Bali, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini difokuskan di wilayah rawan Hewan Penular Rabies (HPR) desa Pecatu yang dikenal sebagai destinasi wisata internasional dengan populasi anjing, kucing, dan kera yang cukup tinggi.

Ketua PDHI Bali, drh. Dewa Made Anom, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk aksi nyata profesi dokter hewan dalam melindungi masyarakat. “Ini merupakan rangkaian World Veterinary Day 2026 sekaligus upaya kami menuju Bali bebas rabies,” ujar drh. Dewa Made Anom.

Ia menambahkan pendekatan layanan kini diperluas agar lebih menjangkau masyarakat. “Selain membuka posko pelayanan di tiga titik, kami juga melakukan door to door, karena ada hewan yang tidak bisa dibawa oleh pemiliknya,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar adalah masih tingginya populasi anjing liar akibat pola pemeliharaan yang kurang tepat. “Masih banyak anjing liar karena kebiasaan masyarakat membuang anak anjing, terutama yang betina, dan hanya memelihara yang jantan,” tambahnya.

Senada, wakil ketua satu PDHI Bali, drh. Dewa Hartanaya, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pengendalian rabies. “Kegiatan ini tidak akan maksimal tanpa kesadaran masyarakat untuk memvaksin dan mensterilkan hewan peliharaannya,” ujarnya.

Antusiasme warga terlihat tinggi dalam kegiatan ini. Salah satu warga, Putu Sri Darmayanti, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan gratis tersebut. “Kalau bayar sendiri lumayan mahal. Sterilisasi bisa sampai Rp700 ribu, sedangkan vaksin sekitar Rp100 ribu, jadi ini sangat membantu,” katanya.

Data hingga April 2026 mencatat sebanyak 13 kasus gigitan anjing terjadi di Kabupaten Badung, dengan kasus terbanyak berada di Kecamatan Kuta Selatan. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena wilayah tersebut merupakan salah satu pusat pariwisata Bali.

Pemerintah Kabupaten Badung pun menargetkan vaksinasi terhadap 95 ribu ekor anjing hingga Juli 2026, dengan dukungan 115 ribu dosis vaksin yang telah disiapkan.

Melalui momentum World Veterinary Day, PDHI Bali bersama berbagai pihak berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga Bali dapat terbebas dari ancaman rabies, sekaligus menjaga citra daerah sebagai destinasi wisata yang aman dan sehat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *