Stok Beras di Bali Aman Hingga 4 Bulan ke Depan, Gudang Bulog Terisi Penuh

0

KABARDENPASAR – Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Bali memastikan ketersediaan beras di Pulau Dewata dalam kondisi sangat aman. Saat ini, stok yang dikuasai mencapai 13.000 ton, jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga empat bulan mendatang.

Pemimpin Perum BULOG Kanwil Bali, Muhamad Anwar, mengungkapkan bahwa realisasi penyerapan beras di Bali telah mencapai 3.419 ton atau 92,4% dari target tahunan sebesar 3.786 ton.
“Seluruh Kompleks Gudang Bulog di tiap kabupaten di Bali saat ini sudah terisi penuh. Ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan negara hadir untuk kebutuhan dasar rakyat,” ujar Anwar.

Strategi Jemput Bola dan Optimalisasi Gudang
Keberhasilan pengisian stok ini tidak lepas dari strategi “jemput bola”. Tim BULOG turun langsung ke sawah, titik panen, hingga penggilingan padi untuk menyerap hasil produksi petani lokal.

Secara nasional, BULOG menargetkan penyerapan sebesar 4 juta ton setara beras pada tahun 2026. Hingga kini, total stok nasional mencapai 4,88 juta ton. Untuk menampung volume yang melonjak, BULOG mengoptimalkan 1.540 gudang milik sendiri serta menambah kapasitas melalui gudang sewa dan pinjam pakai di berbagai wilayah agar distribusi tetap merata.

Presiden Prabowo Pastikan Cadangan Pangan Aman

Tingginya stok beras ini juga mendapat perhatian langsung dari Kepala Negara. Pada Sabtu (18/04/2026), Presiden Prabowo Subianto didampingi sekertaris kabinet Teddy Indra Jaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang BULOG Danurejo di Magelang, Jawa Tengah.

Sidak tersebut dilakukan usai Presiden memberikan pengarahan kepada Ketua DPRD seluruh Indonesia guna memastikan kelancaran distribusi pangan. “Bapak Presiden ingin memastikan secara langsung bahwa cadangan pangan kita, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan siap didistribusikan kepada masyarakat,” tegas Teddy Indra Jaya.

Langkah penguatan stok ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga di pasar serta meningkatkan kepercayaan publik bahwa cadangan pangan dikelola dengan baik dan terkendali.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *