Orangtua Mesti Tahu, Ini 3 Ancaman yang Mengintai Anak di Dunia Digital

Sumbawa Barat  -Orangtua diharapkan dapat mendampingi dan mengawasi anak saat bermain gawai dan mengakses dunia digital. Hal itu penting dilakukan karena dunia digital merupakan tempat yang sangat luas, dan bisa berbahaya bagi anak bila dijelajah tanpa pengawasan.

Dikatakan oleh Anggie Ariningsi, CEO Fintech P2P Lending, sebuah riset dari Google bertanya kepada orangtua tentang keamanan digital pada anak saat mereka berselancar di internet. Hasilnya, 51 orangtua dari anak yang melakukan sekolah online selama pandemi merasa memiliki khawatir yang meningkat terkait keamanan online.

Sementara itu, tiga kekhawatiran terbesar orangtua pada aktifitas anak di internet adalah terkait keamanan informasi anak, interkasi anak di dunia digital dan konten yang dikonsumsi anak di internet. 

“Internet itu tempat dan alat untuk membuka wawasan tapi kita tetap harus waspada akan hal-hal ini,” kata Anggie saat berbicara dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021, wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (26/7/2021).

Di sisi lain, Anggie juga mewaspadai adanya risiko yang dapat mengancam anak di internet. Secara menyeluruh, Anggie memaparkan mengenai tiga risiko utama yang dapat mengancam anak di dunia digital.

Pertama adalah serangan siber. Dari risiko itu, kata Anggie, anak berisiko dieksploitasi secara seksual. Belum lagi ancaman lain seperti konten yang menjurus pada tindakan menyakiti diri sendiri, bunuh diri, hingga ancaman konten radikalisme dan pornografi. Kedua, adalah adiksi siber atau ketagihan bermain gadget. 

“Anak bisa ketagihan konten yang disajikan di internet seperti ketagihan bermain games dan ketagihan melihat konten berbau pornografi,” tambahnya.

Ketiga, risiko yang mengancam anak adalah risiko perundungan siber atau perundungan online. Anggie mengatakan, risiko ini bisa terjadi karena anak belum cukup memiliki pemahaman yang dewasa dan komprehensif.

Untuk itu, penting bagi orangtua mengetahui bagaimana memberi akses gawai dan internet kepada anak. 

Misalnya dengan menggunakan peraturan privasi dan keamanan, melindungi identitas anak, selalu belajar bersama anak, membuat kesepakatan bersama keluarga terkait internet, dan tetap terlibat dengan aktivitas anak terutama di dunia digital.

Selain Anggie Ariningsih, pembicara lain yang hadir dalam webinar adalah Kepala KCD Dikbud Sumbawa Barat Suprianto, Ketua Bidang Koperasi dan UMKM HAPI Dedi Gunawan dan Ichal Muhammad.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*