Tak Perlu Selalu Dilarang, Ajak Anak Kenali Risiko Saat Berselancar Di Dunia Digital

Lombok Timur  – Dengan perkembangan teknologi dan jangkauannya yang luas, sulit untuk bisa menghindarkan anak untuk tidak menggunakannya. Terlebih dalam situasi pandemi, yang menuntut anak untuk bisa melakukan sekolah online. Sehingga, melarang anak untuk bisa mengakses gadget dan teknologi jelas bukan jawaban. 

Oleh sebab itu, dalam webinar Gerakan Literasi nasional, di wilayah Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Jumat, (6/8/2021), COO Medialogy Digital Indonesia, Rendy Doroii, mengatakan bahwa dibanding melarang, akan lebih baik untuk mengkomunikasikan dan poteni risiko yang mungkin terjadi. 

“Pertama itu dari sisi konten. Ajari dan kenalkan anak, bahwa dalam dunia digital itu ada risiko terpapar konten pornografi, penyiksaan, dan kekerasan,” kata Rendy. 

Kemudian juga kenali anak dengan potensi bahaya yang berkaitan dengan kontak. Karena di dunia digital anak bisa bertemu siapa saja, bahkan orang asing dan berbahaya. 

“Kemudian juga conduct atau perilaku. Ingatkan anak bahwa di dunia digital bisa ada cyber bullying, akun troll, dan anak jadi ikut perilaku-perilaku yang tidak baik. Ada potensi conduct anak jadi ikutan cyber bullying,” ujar Rendy. 

Selanjutnya juga pahami kontrak atau syarat dan ketentuan di setiap aplikasi dan platform. Karena setiap aplikasi punya pengaturan berbeda dan beberapa berpotensi menempatkan anak dalam bahaya. 

“Yang pertama kita lakukan itu harus blokir situs berbahaya berdasarkan konsensus bersama seperti pornografi, kekerasan. Jadi anak sudah tidak bisa mengakses situs tersebut,” kata dia, 

Lalu, lanjut Rendy, jelaskan mengenai kerahasiaan data. Beritahu data apa saja yang sebaiknya tidak diunggah dan dibagikan di internet. 

“kemudian wasapadai berita palsu, ada kemungkinan penyebaran berita palsu, dan waspada pada berita berpotensi hoaks,” kata dia, 

Lebih lanjut, ia mengingatkan juga untuk bisa mengelai teman online anak. Ajak ia beritahu siapa saja temannya di dunia online dan dengan siapa ia berinteraksi. 

“Bangun komunikasi dan buat percakapan, kadang kita merasa sebagai orangtua engga ya engga, kita pernah jadi anak kecil anak kita belum pernah jadi orang dewasa,” kata dia. 

Dalam kesempatan yang sama VP Business Develpoment Fintech P2P Lending Adinda Tika juga menyampaikan tips untuk bisa bertransaksi secara aman di dunia digital. 

Ia mengatakan, bahwa teknologi yang ada sekarang juga kerap dimanfaatkan oleh orang tidak beranggung jawab untuk bisa mencari keuntungan. Oleh sebab itu pemahaman tentang transaksi digital yang aman menjadi penting. 

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.

Dalam webinar kali ini hadir juga, Kepala SMKM 1 Sikur, Makbuludin, dan Key Opinion Leader Nala gein. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*