3 Risiko Jika Suka Sembarangan Tinggalkan Jejak Digital, Kurangi Yuk!

Teluk Bintuni Papua Barat – Banyak orang seringkali tidak sadar bahwa setiap yang diunggah di media sosial atau internet akan menjadi jejak digital.

Dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital, di wilayah, Teluk Bintuni, Papua Barat, Content Creator Nannette Jacobus mengatakan bahwa jejak digital sendiri sederhananya ialah tapak data yang tertinggal setelah beraktivitas di Internet.

“Ini bisa secara sadar atau tidak sadar,” kata Nanette, Rabu, (4/8/2021). 

Untuk itu, lanjut Nanette, penting untuk lebih hati-hati dalam membagikan atau meninggalkan jejak digital. Karena, ada risiko kejahatan yang bisa terjadi dengan terlalu sering membagikan jejak digital.

“Pertama itu digital exposure, atau terungkapnya data-data yang bersifat pribadi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang dapat mengarah pada tindakan kriminal,” kata Nananete.

Misalnya saja dengan mengunggah alamat dan kondisi pada saat itu. Hal tersebut berpeluang misalnya pada risiko kejahatan seperti perampokan dan pencurian.

“Kemudian juga ada risiko phising atau teknik pengelabuan untuk mendapatkan data pribadi individu untuk mendapatkan dokumen berharga atau pencurian uang,” kata dia.

Kemudian, juga ada risiko reputasi atau rusaknya akibat tindakan yang dilakukan di masa lalu uang dapat berakibat di masa depannya.

“Misalnya dalam mencari pekerjaan itu, banyak HR yang juga sekarang mencari jejak digital dari kandidat,”kata Nanette.

Oleh sebab itu, ia kembali mengingatkan untuk membagikan dan meninggalkan jejak digital positif dan bermanfaat. Agar tidak menyesal di kemudian hari jika jejak digital itu terungkap. Dalam kesempatan yang sama,  Lia Arianti, Co Founder Momomaru Salmon Mentai juga menyampaikan bagaimana mengubah perilaku konsumtif di internet dan media sosial menjadi produktif.

Lia menjelaskan bahwa perilaku konsumtif di media sosial seringkali berdampak pada keuangan. Oleh sebab itu, dengan memahami kemampuan literasi digital, bisa lebih memanfaatkan media sosial jadi suatu yang produktif.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Dalam webinar kali ini hadir juga,Dosen Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Novita Wulandari, dan Key Opinion Leader, Nerd Geisha. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*