5 Tips Investasi Emas Online Secara Aman

Kabupaten Sumbawa  РInvestasi emas online menjadi salah satu bentuk investasi yang semakin diminati oleh anak muda. Selain bisa dimulai dengan modal cukup rendah, investasi emas online juga mudah dilakukan dengan hanya bermodalkan smartphone.

“Dulu kita diajarkan orangtua buat nabung emas, secara fisik. Sekarang menabung emas juga masih, tapi secara online,” tutur Muhamad Firdaus Gonia, CEO PT Dengan Senang Hati, dalam Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Rabu (28/7/2021).

Daus memaparkan setidaknya ada lima tips memilih investasi emas online yang aman.

Pertama, pastikan platform yang digunakan memiliki emas secara fisik. Dengan begitu risiko menjadi korban penipuan bisa dihindari.

Selanjutnya adalah transparan dengan harga jual dan beli. Perhatikan harga jual dan beli yang tertera, lalu bandingkan dengan harga emas dunia yang bisa diakses realtime.

Ketiga, mengikuti regulasi dari pemerintah. Saat ini, investasi emas secara online sudah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan.

“Cek apakah platform yang kita gunakan terdaftar di OJK sebagai penyedia investasi emas. Jika tidak, maka sebaiknya jangan digunakan,” paparnya lagi.

Keempat, hindari platform yang memberi janji berlebihan, apalagi jika klaim keuntungan yang disebutkan jauh di atas rata-rata investasi emas normal.

Terakhir, cek terlebih dahulu reputasi dan review dari platform tersebut.

“Ini bisa dilakukan dengan google. Kalau platform terpercaya dan bagus akan banyak reviewnya dari investor yang lain,” paparnya.

Selain Daus, hadir juga Guntur Nugraha sebagai key opinion leader, Komang Metty Tristina Negara Ketua Program Studi Teknik Mesin Universita Samawa, dan Ubaidullah, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*