Biar Internet Sehat, Yuk Jaga Jejak Digital

Lembata – Transformasi digital memudahkan kegiatan manusia tanpa memikirkan jarak dan waktu.  M. Aljebra Aliksan Rauf seorang Advokat juga mengatakan, dengan adanya internet kita bisa mengakses informasi dari luar negeri secara real time. Namun, harus diperhatikan bahwa di dalam penggunaan internet terdapat rekam jejak digital.

Jejak digital ini diibaratkan sebagai bom waktu yang siap meledak kapan pun. Rekam jejak digital ini bisa dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu yang memiliki motif. 

Misalnya, saat kita ingin menjual handphone yang sudah tidak terpakai tanpa menghapus data-datanya terlebih dahulu. Tidak menutup kemungkinan seseorang yang telah membeli mencoba mengutak-atik handphone tersebut dan menemukan hal pribadi milik kita. Tentu itu berbahaya apabila data yang ditemukan terkait identitas pribadi atau data keuangan, sekaligus data terkait akses internet kita.

“Ada pelacakan aktivitas yang ternyata sangat berbahaya bagi kita yang menggunakan internet untuk mendapatkan informasi online dan sejenisnya,” ujar Aljebra selaku pembicara dalam Webinar Literasi Digital di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Kamis (12/8/2021).

Cara menjaga jejak digital itu, pertama memeriksa postingan terdahulu atau situs pencarian mengenai aktivitas kita di media sosial, selalu bijak dalam memposting sesuatu, serta memperhatikan perangkat-perangkat yang kita gunakan apakah memiliki perlindungan atau keamanan yang baik dari para peretas atau pelaku kejahatan siber.

Karena jejak digital, kita jadi lebih berhati-hati dan menanam mindset bahwa segala sesuatu yang dilakukan di media sosial akan meninggalkan bekas meski sudah dihapus. Foto, video, suara, tulisan, dan sebagainya menjadi informasi elektronik yang kemudian bisa menjadi rekam jejak digital.

“Setiap informasi yang kita lakukan punya rekam khusus yang mungkin dimanfaatkan oleh pihak lain,” jelasnya.

Selain itu, pada hal-hal yang berbau transaksi digital di internet akan berdampak pada jejak digital dan data keuangan kita. Apabila diketahui orang lain maka akan membahayakan dan merugikan diri kita. Penting untuk kita memperhatikan situs atau aplikasi yang digunakan dalam transaksi online, dan juga internet yang dipakai apakah menggunakan wifi publik atau provider pribadi.

Ia menegaskan, di dalam Undang-Undang ITE dijelaskan bahwa ada ancaman bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan internet. Oleh karena itu, agar tidak menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain, maka gunakanlah internet dengan sehat. Caranya dilakukan dengan:

1. Memasang software pengaman yang kuat

2. Gunakan internet untuk hal positif

3. Menjalin komunikasi aktif dengan orang di sekitar kita

4. Membuka diskusi terkait dampak positif dan negatif penggunaan internet

5. Awasi anak saat menggunakan internet dan gadget

6. Selalu berkonsultasi dengan ahlinya

7. Menyaring dan menyebarkan hal positif

8. Membuat konten positif di internet untuk membuat jejak digital yang baik

Gunakan internet secara bijak dengan selalu menyaring apa yang kita terima dan kita ingin lakukan di sana. 

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Kamis (12/8/2021) juga menghadirkan pembicara, M. Dedi Gunawan (Ketua Bidang Koperasi & UMKM HAPI), Nannette Jacobus (Relawan Kemanusiaan & Content Creator), dan Reza Aditya (Comedian).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*