Headlines

Jangan Asal Posting, Warganet Harus Tahu Pentingnya Etika Berjejaring

Jayapura – Kemajuan teknologi membuat masyarakat semakin mudah mendapat dan membagikan informasi di dunia digital. Sayangnya, hal tersebut kerap terganjal dengan kemampuan literasi digital yang terbatas, salah satunya urusan etika digital.

Dijelaskan Angelica Senggu, penting bagi setiap orang yang terjun ke dunia digital untuk memiliki etika berjejaring. Perempuan yang berprofesi sebagai penyiar radio di Papua itu mengatakan, jejaring berarti saling terhubung dan saling berkomunikasi yang menyangkut pertukaran informasi.

Namun berjejaring di media sosial tak melulu terjadi di antara orang yang saling kenal, tetapi juga antara orang asing. Untuk itu, lanjut Angelica, penting bagi setiap warga internet memiliki etika berjejaring di media sosial.

“Karena orang yang tidak kita kenal bukan orang yang sama dengan kita, mereka memiliki latar belakang berbeda mulai dari r ras, agama, sosial budaya, idealisme dan cara pandang yang berbeda”, kata Angelica saat berbicara dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kota Jayapura, Papua, Selasa (3/8/2021).

Ia melanjutkan, setiap akun media sosial memang milik pribadi, namun apa yang diunggah dan dibagikan dapat dilihat orang lain.

“Mereka melihat postingan saya dan tahu dan bisa share postingan saya. Kita tidak tahu apa yang akan dilakukan orang dengan unggahan kita. Saat berjejaring, harus sudah siap bahwa itu bukan milik pribadi,” lanjutnya.

Karena perkembangan teknologi juga, slogan mulutmu harimaumu ikut bertransformasi menjadi jempolmu harimaumu.

Angelica bercerita bagaimana sosok pendiam di dunia nyata, bisa menjadi sosok yang sangat berbeda di media sosial. Karena itu, ia kembali menekankan bahwa setiap unggahan di media sosial dapat menjadi kekuatan atau kelemahan pada waktu yang sama.

“Postingan bisa menjadi kekuatan dan kelemahan. Melemahkan seperti memprovokasi dan memecah belah. Hati-hati luapkan di media sosial karena amarahmu yang bisa memenjarakanmu dan menghancurkan karirmu. Itu akan terekam (digital) dan ada jejaknya.”

Sebagai penutup, perempuan yang juga berprofesi sebagai MC tersebut meminta masyarakat internet untuk selalu menghormati sesama dan menempatkan diri dengan bijaksana.

“Menghormati jangan mengunggah sesuatu yang berisi ujaran kebencian, makian, kata-kata kotor yang melukai hati orang lain atau bahkan instansi atau kelompok tertentu dan menempatkan diri dengan bijak,” pungkasnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kota Jayapura, Papua, Selasa (3/8/2021) juga dihadiri Alaika Abdullah, Agus Jamiatul dan Marizka Juwita. Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital sendiri merupakan rangkaian panjang dalam kegiatan webinar yang dilakukan di seluruh penjuru Indonesia. 

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Ada empat pilar utama yang digaungkan yaitu Budaya Bermedia Digital, Aman Bermedia, Etis Bermedia Digital dan Cakap Bermedia Digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *