Masyarakat Jayapura Mulai Ketergantungan Internet

Jakarta – Seiring perkembangan teknologi yang semakin cepat, internet kini sudah menjadi kebutuhan bukan sekedar memenuhi standar gaya hidup semata. Internet menjadi signifikan, karena terjadi beberapa aspek salah satunya adalah revolusi industri 4.0. Ini mejadikan internet sebagai tulang punggung kehidupan manusia. 

Dampak nyata dari pertumbuhan internet yang bisa dirasakan adalah hadirnya platform-platform digital seperti media sosial. Dimana hal itu membentuk ekosistem yang membuat penggunanya saling berinteraksi meski tidak saling mengenal. “Di Jayapura sendiri, masyarakat sudah mulai ketergantungan internet yang membuat interaksi manusia juga berubah,” papar Remuz MB Kmuwarak., ST.,MT selaku Dosen sistem informasi di Universitas Cenderawasih dan juga IT Konsultan dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kota Jayapura, Papua, Rabu (16/6/2021). 

Dijelaskan lebih lanjut olehnya, faktor yang menjadikan internet digunakan sepanjang waktu adalah karena pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Hal itu membuat implementasi internet di daerah 3T semakin cepat. Masyarakat banyak yang bekerja dari rumah, belajar dari rumah serta belanja dari rumah. 

Meskipun demikian, diakui oleh Remuz bahwa penetrasi internet ke wilayahnya dianggap belum maksimal “Penetrasi internet di Maluku dan Papua itu baru tiga persen saja. Pasalnya penetrasi masih didominasi dan berpusat di Jawa saja. Ini juga seharusnya menjadi perhatian pemerintah ya,” kata dia menekankan. 

Hal itu juga dibuktikan dengan kasus putusnya jaringan internet di Kota Jayapura selama satu bulan full pada 9 Mei lalu dan baru saja terhubung di tanggal 9 Juni kemarin. “Bayangkan di zaman yang sudah canggih seperti saat ini, dimana kami sudah memiliki ketergantungan terhadap internet untuk berkomunikasi atau melakukan aktivitas lain seperti bekerja dan belajar, tiba-tiba jaringan padam. Disini kami merasa sedih dan bingung harus bagaimana,” ujarnya. 

Hal yang membuat hatinya miris adalah ketika banyak mahasiswa yang terpaksa harus mencari sinyal hingga ke luar daerah, bahkan menyewa perangkat VSAT sendiri karena saat terputusnya jaringan internet mereka sedang ada ujian akhir. “Lucunya lagi ada mahasiswa yang datang ke kantor Telkom untuk sekedar mendapatkan sinyal demi bisa mengikuti wisuda online. Ini antara sedih sekaligus lucu,” kata dia. 

Remuz menambahkan, jika hal seperti ini saja terjadi di kota besar seperti Jayapura, bagaimana dengan kota lain seperti di pesisir yang memang tidak bisa mendapatkan sinyal sama sekali. “Seperti di Wamena, sinyal disana sudah 3g sebetulnya, namun seperti 2g dimana membuka youtube saja tidak bisa.”

Untuk itulah, sambung Remuz, betapa beruntungnya masyarakat yang bisa mendapatkan jaringan internet secara cepat dan tanpa kendala. Dia mengingatkan untuk menggunakan internet tersebut sebaik mungkin. Karena banyak daerah terpencil yang juga mendambakan jaringan internet lancar seperti di Jawa. 

Di Jayapura sendiri, internet banyak digunakan masyarakat untuk akses pendidikan, kesehatan, pertanian, marketplace, parenting dan mencari jodoh. “Ada satu lagi yang kini sedang happening di Jayapura, yakni banyak anak-anak yang ketagihan bermain e-sport. Ini sekaligus bisa mengasah kemampuan mereka di bidang ini,” tambahnya. 

Remuz berharap agar pemerintah bisa mempercepat penetrasi di wilayah-wilayah yang memang sulit dijangkau oleh jaringan internet. Agar kemudahan mendapatkan informasi bisa juga dirasakan oleh penduduk yang tinggal di wilayah terpencil sekalipun. 

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi di wilayah Kota Jayapura, Papua, Rabu (16/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara lain yakni Melanie Subono (Musician & Activist), Robby Wahyu Utomo (Senior Associate Partner Pt Maxplus), Alo Yufuwai (Dirut Conntainer Cofer Papua) dan Key Opinion Leader adalah Adhy Basto. 

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital. (*)

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*