Melek Digital Bisa Memperluas Jaringan

0

Timor tengah Selatan- Dunia digital, tak tunggu masa depan, bahkan saat ini pun sudah menjadi keharusan yang wajib digeluti setiap orang.

Menurut Chyntia Andarinie, Founder Mom Influencer ID dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Senin 30 Agustus 2021, digital menjadi sebuah keharusan dengan pertimbangan banyak sisi positif yang bisa didapatkan.

“Manfaat melek digital diantaranya adalah bisa berpikir kritis, kreatif dan inovatif dan mampu berkomunikasi dengan lebih lancar. Seperti saat ini kita memanfaatkan komunikasi di internet untuk hadir di webinar untuk bersama-sama mendapatkan materi yang seputar literasi digital,” ujar Chyntia dalam webinar yang dipandu oleh Yulian Noor ini.

Lebih lanjut dikatakannya dengan melek digital maka akan memperluas jaringan dan menambah teman baru dari berbagai wilayah dan negara melalui media sosial. Selain itu itu teknologi digital juga bisa memperkaya ketrampilan. Melek digital juga bisa membuat belajar lebih cepat dan efisien.

“Sekarang ada banyak sekali source source atau sumber-sumber belajar yang bisa kita akses melalui platform yang gratis, misal cara mengedit video, kalau diupload di kanal YouTube atau Tik tok,” terangnya lagi.

Ditambahkannya juga bahwa kabar baiknya pada tahun 2021 Indonesia menargetkan akan ada 50 juta masyarakat Indonesia yang telah melek digital. Pada Agustus 2021 sudah ada 5784 kegiatan literasi digital di 34 provinsi 169 kabupaten atau kota dengan total 4.116.769 total peserta gerakan nasional literasi digital.

Kabar baik selanjutnya kata Chyntia ada 2,5 juta lapangan pekerjaan baru dengan keterampilan kompleks dan pengguna internet mencapai 82,3% dari total penduduk. Serta tercipta 5000 perusahaan startup dan 50% UMKM yang sudah terdigitalisasi.

Dengan semakin luasnya penetrasi teknologi digital maka peluang pekerjaan digital berubah dengan lebih memanfaatkan perkembangan teknologi dan mendukung sistem bekerja dari rumah. Pekerjaan-pekerjaan terkait ruang digital bahkan bisa dilakukan untuk mencari tambahan pendapatan disamping kita melakukan pekerjaan lainnya.

Contohnya blogger, orang yang membuat atau memiliki mengemas produk, memberikan pandangan atau perspektif yaitu disebut blog dan pelakunya disebut blogger.

Untuk menjadi blogger, keterampilan yang dibutuhkan adalah wawasan luas, banyak-banyak membaca berkunjung dari satu blog ke blog yang lain, ide segar dan up to date serta pembendaharaan kata yang banyak.

Pekerjaan lain adalah sebagai seorang vlogger dan ketrampilan yang dibutuhkan adalah cakap mengoperasikan kamera, editing video sederhana, public speaking dan percaya diri. “Dengan membuat konten maka kita bisa mendapatkan penghasilan,” katanya.

Ada juga pekerjaan sebagai Ilustrator yang membutuhkan keterampilan seperti artistik atau artsy (berjiwa seni) dan cakap menggunakan perangkat lunak software. Atau seorang  Sosmed Specialist yang tugasnya untuk mengembangkan konten konten di media sosial. Untuk menjadi sosmed specialist sejumlah keterampilan yang dibutuhkan adalah estetika visual, kemampuan menyusun caption, dan paham trend

Itulah jenis-jenis pekerjaan pekerjaan pekerjaan ini bisa dilakukan sambil melakukan pekerjaan yang lain jadi bisa menambah pemasukan.

Selainn Chyntia, seumlah pembicara lain yang berbagi wawasan tentang literasi digital adalah Andreas Trinoto, Dosen Informatika Universitas Indraprasta PGRI, Rayhan Christian Siego, Director Wihrasa Group dan Eryvia Maronie.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *