Memaksimalkan Bisnis dengan Unified Computing System

Flores Timur- Perkembangan dunia digital semakin hari semakin tak terbendung dan menuntut kecerdasan atau literasi digital untuk memaksimalkan pemanfaatannya juga di segala bidang termasuk untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Untuk tetap menjaga keberlangsungan ekonomi di tengah pertumbuhan dunia digital yang tinggi bertepatan dengan suasana pandemi covid-19, dibutuhkan adaptasi di berbagai bidang. Termasuk bidang kesempatan bekerja dan mencari nafkah.

Seperti yang dikatakan oleh Philipe Happy Riberu, Business Unit Manager Unified Communication System PT Aneka Infokom Tekindo dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Jumat 2 Juli 2021 bahwa tren pekerjaan di era digital adalah Hybrid Roles atau multitasking. Yaitu mampu mengerjakan beberapa aktivitas bersamaan dalam satu waktu.

“Multi tasking mampu mengerjakan beberapa aktivitas secara bersamaan dalam satu waktu dan skill ini banyak dibutuhkan di dunia kerja saat ini,” ujar Philipe dalam webinar yang digelar oleh Kemkominfo dan Siberkreasi ini.

Lebih lanjut dikatakan Philipe bahwa multi tasking ini bisa diterapkan dala ruang digital. Sebab bisnis digital adalah memanfaatkan kecanggihan teknologi Ketika menciptakan sebuah produk, membrandingnya dan sekaligus melakukan kerja marketing atau memasarkannya.

Ia pun mencontohnya bisnis sebuah café kopi yang ada di Manggarai yang melengkapi produknya dengan lahan menanam kopi dan penggilingan kopi sendiri serta keberhasilan branding yang telah dilakukan.

“Saat branding berhasil pemilik cafe juga harus mengetahui stok kopi di kebun dan pengolahannya. Karenanya hal ini membutuhkan kecanggihan terknologi digital dengan memanfatakan tekhnolosi digital yaitu Unified Computing System,” jelasnya.

Server Unified ini berupa menempatkan perangkat internet di kebun kopi, tempat pengolahan kopi dan bagian pemasaran. Sehingga empat orang terhubung dengan internet. Dan teknologi ini bisa didapat secara gratis di berbagai aplikasi. “Dengan biaya murah gratisan kita bisa mmebangun enterprise bisnis.”

Teknologi Unified Computing System (UCS)  ini pun dijelaskan tak sulit mempelajarinya dan di berbagai apps sudah ada sehingga semua smartphone bisa terkoneksi. “Dan fungsinya adalah semua orang bisa berkomunikasi memanfaatkan kuota yang ada di smarphone. Sehingga kuota yang kita punya tak hanya habis untuk bemain medsos saja tetapi juga dipakai untuk meningkatkan kinerja aktivitas kita dalam hal ini UMKM,” bebernya.

Sementara pembicara lain Driana Rini selain membahas tentang banyaknya manfaat di dunia digital, juga membicarakan hal hal yang patut kita lakukan agarinternet tidak dipakai untuk melakukan hal negative.

Menurut Driana Rini Handayani media sosial itu seperti pisau bermata dua ada positif juga ada sisi negatifnya. Positifnya dengan media sosial terpampang kemudahan berkomunikasi dan berinteraksi. Selain itu juga sebagai sarana mendapatkan infromasi dengan mudah dan cepat juga kemudahan mendapatkan hiburan.

 “Saat ini nonton film tak melulu harus ke bioskop tapi bisa lewat gadget kita, nonton youtube video juga sangat mudah. Media sosial memberi kita wadah berkreasi hal hal positif bisa dimuat,” jelas Driana.

Dan dari sekian banyak platform yang hampir semuanya gratis, harus pintar pintar kita gunakan untuk produktifitas kita. “Yang juga paling penting adalah jangan asal posting, pastikan berita atau konten yang kita unggah adalah benar dan bermanfaat,” imbuhnya.

Selain itu hindari mengunggah konten ujaran kebencian, berita palsu, SARA, fitnah, menjaga etika di media sosial dan hormati juga hak privasi orang lain.

Kita juga harus memahami kita tak hanya berinteraksi dengan gadget, tapi kita berkomunikasi dengan orang lain. “Jadi jika tak ingin dicubit jangan nyubit orang. Jangan ngangkat apapun yak berkaitan dengan isu SAR, pornografi karena kita berbicara di gadget seperti kita berbicara dengan manusia lain.”

Driana juga mewanti-wanti agar berhati-hati dengan jejak digital karena bisa dipakai rekam jejak para HRD untuk mengambil keputusan saat kita melamar pekerjaan. Dan itu bernilai lebih dari CV kita.

Dalam Webinar ini hadir sebagai pembicara Chris Jatender Kaprodi Teknik Informatik STTI STIENI, Drianan Rini, Blogger dan Penggiat Media Sosial, Philipe Happy Riberu, Business Unit Manager Unified Communication System PT Aneka Infokom Tekindo, Moh Zaini Ratuloli, Ketua Forum Taman Baca Masyarakat Flores Timur, dan Keyo Opinion Leader Sri Rahma Dani dan moderator Patria Prathama.**

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*