Headlines

VPN Meminimalisi File Korup Saat Sedang Mengungduh

Karangasem Bali – Kejahatan di dunia digital sangat beragam dan ada saja bentuk kejahatan baru seiring dengan banyaknya inovasi di dunia digital. Karena para pengguna perlu melakukan langkah-langka pencegahan agar kejahatan itu tidak menghampiri kita.

Menurut Astrid Finnia Ayu Kirana, Managing Director PT Astrindo Sentosa Kusuma dalam sWebinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Karangasem, Bali, Senin 23 Agustus 2021, salah satu yang penting dilakukan adalah memakai two factor authentification.

“Sangat penting untuk keamanan ekstra layer tapi faktanya masih banyak orang hanya menggunakan satu layer hanya password. Padahal untuk memprotect akun sebaiknya pakai two step verification jika ada orang jahat menghack melalui password yang lapis pertama maka dia butuh handphone anda untuk keamanan agar bisa mengakses akun Anda,” ujar Ayu Kirana dalam webinar yang dipandu oleh Claudia Lengkey ini.

Dijelaskannya juga bahwa two factor authentification menjadi pengaman lapis kedua yang sangat dibutuhkan oleh akun kita. Cara bekerjanya adalah setiap kali Anda masuk ke akun Anda akan selalu diminta untuk memasukkan kata sandi password.

Kemudian kode akan dikirim melalui ponsel Anda dapat berupa teks panggilan suara atau dari suatu aplikasi misalnya Gmail atau bila mempunyai security dapat dimasukkan ke dalam akun anda saat Anda masuk anda tetap terlindungi karena saat orang lain mencoba masuk ke akun anda di komputer atau perangkat lain verifikasi 2 langkah akan diperlukan

Istilah lain yang juga pentig diketahui adalah enkripsi yaitu cara mengacak data sehingga informasi tersebut hanya bisa dibaca oleh orang-orang yang memiliki akses nya saja.  Baik yang skripsi maupun deskripsi yang digunakan untuk beberapa alasan. Termasuk menjaga kerahasiaan data atau informasi produk membantu memastikan bahwa dokumen tidak diubah oleh pihak tidak berkepentingan mencegah plagiat dan juga melindungi IP.

Selain itu yang juga penting adalah pengetahuan tentang VPN (virtual private network) yaitu solusi aman yang memungkinkan pengguna yang melakukan kirim mengirim dan menerima data melalui internet.  Dengan tetap menjaga privasi dan kerahasiaan data APBN berdasarkan ikatan enskripsi pasalnya saat ini VPN adalah satu-satunya teknologi yang berfungsi mengamankan koneksi internet dengan cara mengalihkan dan deskripsinya

“VPN adalah solusi aman yang telah ada di berbagai macam aplikasi VPN untuk Android dan komputer . Beberapa diantaranya bahkan dilengkapi dengan fitur lengkap dan pengaturan yang dapat dipersonalisasi

VPN juga memiliki manfaat yaitu untuk membuka akses situs-situs yang dibatasi dengan VPN dan IP asli Anda akan disembunyikan dan diubah sesuai dengan media server VPN yang digunakan.

Selain itu VPN juga berguna untuk meningkatkan keamanan VPN membuat jaringan yang bersifat pribadi sehingga sangat dibutuhkan perusahaan dan perbankan karena pentingnya data mereka.

Yang juga penting adalah pengetahuan bahwa VPN bisa mengurangi gangguan koneksi karena dengan VPN permasalahan file corrupt saat sedang mengunduh atau mengubah video tidak akan terjadi. Selain itu VPN untukmenutup riwayat peramban karena VPN adalah jaringan pribadi sehingga tidak ada orang yang dapat mengakses peramban Anda.

VPN juga bebas dari pembatasan data, biasanya penyedia jaringan internet memberlakukan pembatasan jumlah akses data pada pengguna.  Tapi dengan VPN Anda dapat terhindar dari hal itu  juga bisa membuka batasan geografis dan filter.

Selain Astrid, pembicara lain adalah Fendi, Founder of SuperStar Community, Dwi Novitasari, Dosen DGM dan Nard Geisha sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *