Manfaatkan Teknologi, Yuk Cari Cuan Tambahan di Media Online

Teluk Wondama, Papua Barat – Siapa sangka, dunia digital dapat dijadikan medium mencari cuan tambahan. Itu juga yang dikatakan oleh social media specialist, Yulia Dian.

Menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021  wilayah Teluk Wondama, Papua Barat, Selasa (7/9/2021) Yulia mengatakan mencari cuan di dunia digital dapat menjadi cara alternatif menambah dan mengembangkan bisnis yang telah dirintis.

Apalagi banyak pelaku bisnis kecil dan menengah yang terhambat selama pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Saat ini kita dituntut masuk ke aktivitas digital selama pandemi. Sekarang dengan kondisi seperti ini, kita berdiam diri tidak bergerak dan usaha mampet, membuat kita harus begerak dan mencari alternatif,” kata Yulia yang kini mencoba peruntungan di bisnis tanaman hias.

Untuk bisa mendapat manfaat tersebut, Yulia meminta masyarakat dan pelaku bisnis untuk melihat sisi positif pandemi Covid-19.

“Meski terdengar sulit, namun menurut survei banyak usaha yang bertahan lebih dari satu tahun, tepatnya 62.6 persen,” tambah Yulia.

Salah satu cara yang bisa dilakukan, kata Yulia, adalah dengan menjajaki kesempatan mencari atau menambah cuan di dunia digital.

“Manfaatkan media sosial untuk menyebarkan promo dan bisa juga pakai aplikasi untuk memposting produk yang kita jual,” kata perempuan yang sempat berkarir belasan tahun di dunia jurnalis itu.

Beberapa hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengintegrasikan pemasaran dan melakukan analisis pemasaran di masyarakat lewat bantuan media sosial.

Selain Yulia Dian, narasumber lain yang hadir dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021  wilayah Teluk Wondama, Papua Barat, adalah trainer literasi Aristanto, podcaster Fajar Sidik, dan Chika Mailoa.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10 juta orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*