BBTF 2026, Peserta DTW Jatiluwih Mencatat Ratusan Pendaftar Festival dan Bali Tourism Run 2026
KABARDENPASAR — Gelaran Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 membawa dampak positif bagi promosi pariwisata daerah. Salah satu dampak nyata dirasakan oleh Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Penebel, Tabanan. Selama pameran berlangsung pada 27–30 Mei 2026 di BICC Westin Nusa Dua, stan Jatiluwih yang difasilitasi oleh Bank Indonesia (BI) berhasil menarik perhatian ratusan pendaftar untuk ajang Jatiluwih Festival dan Fun Run 2026.
Manajer Operasional DTW Jatiluwih, John Ketut Purna, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bank Indonesia atas kesempatan promosi gratis ini. Menurutnya, momentum BBTF 2026 sangat efektif untuk memasarkan agenda besar yang akan digelar di Jatiluwih pada bulan Juni mendatang.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memfasilitasi kami untuk ikut pameran bersama di BBTF 2026. Di acara ini, fokus kami salah satunya menjual paket fun run, dan astungkara sudah ada lebih dari 200 orang yang mendaftar khusus untuk acara tersebut,” ujar John Ketut Purna di arena BBTF, Sabtu (30/5/2026).
Jatiluwih Festival 2026 sendiri akan dirangkai dengan kegiatan fun run bertajuk Bali Tourism Run pada 21 Juni 2026 pagi. Mengambil rute sepanjang 5 kilometer (5K), para pelari akan disuguhkan pemandangan asri hamparan persawahan Jatiluwih yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Istimewanya, ajang lari massal yang ditargetkan diikuti oleh 2.000 peserta ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun pariwisata Bali.
Pihak manajemen berharap festival dan fun run ini mampu mendongkrak kembali angka kunjungan wisatawan ke Jatiluwih. Pasalnya, kunjungan pada awal tahun ini sempat mengalami penurunan sekitar 10 hingga 15 persen dibanding tahun sebelumnya akibat situasi geopolitik global.
“Penyebab penurunan salah satunya karena ketegangan konflik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada kenaikan harga tiket pesawat global,” jelas John.
Meski demikian, manajemen optimistis acara pada 21 Juni nanti akan menyajikan pengalaman visual yang luar biasa bagi peserta. Pada tanggal tersebut, kondisi padi di Jatiluwih sedang memasuki masa menguning dan berbuah lebat. Mengingat pemandangan tersebut akan sangat menggoda untuk berswafoto, pihak panitia akan memberlakukan aturan ketat demi menjaga kelestarian alam pertanian.
“Suasananya nanti pasti sangat indah dan menggoda. Oleh karena itu, saat pengambilan race pack atau perlengkapan lari nanti, kami akan umumkan aturan mainnya secara tegas agar peserta tidak tergoda untuk memetik tangkai padi selama jalur pelarian,” pungkas John Ketut Purna