Gunakan Sosial Media untuk Bersinergi dan Berkolaborasi

Timor Tengah Selatan – Banyaknya kebiasaan baru yang terjadi pada semua sendi kehidupan manusia akibat pandemic memang memaksa kita untuk beradaptasi dengan berbagai hal yang baru dan sebelumnya tidak pernah kita lakukan.

Menurut dr. Jessie Julian Mila Meha, S.Ked, CFO Trinity Academia, salah seorang pembicara di Webinar Literasi Digital wilayah Kabupatan Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Jumat 30 Juli 2021, kebiasaan baru ini banyak terkait dengan dunia digital.

“Pandemi menjadi momentum beradaptasi dengan kebiasaan baru sejalan dengan perkembangan dunia digital. Kebiasaan baru ini mau tidak mau harus dilakukan karena keterbatasan mobilitas saat pandemi. Awalnya terpaksa karena ‘dipaksa’ keadaan sehingga menjadi ‘bisa’ berlanjut menjadi terbiasa dan semakin lama menjadi budaya,” ujar dr Jessie dalam webinar yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Terkait ruang digital, ia menambahkan ada empat pilar Literasi Digital dan selama pandemi covid-19 transformasi digital berlangsung lebih cepat. Empat pilar literasi ini bisa membantu tingkatkan pemahaman masyarakat di ruang digital untuk mendukung transformasi digital tersebut.

“Ada empat pilar literasi yang penting untuk mengenalkan dan memberikan pemahaman mengenai perangkat teknologi informasi dan komunikasi, yaitu digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety.

Digital skill atau cakap berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras, perangkat lunak serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Sebagai indikatornya, lanjut dr.Jessie adalah lanskap digital perangkat keras, piranti lunak, internet, net working, sistem operasi & application, device. Selain itu dituntut juga kemmapuan untuk mempergunakan mesin pencari informasi. “Banyak situs yang memiliki kemampuan untuk mencari halaman situs web di internet berdasarkan basis data dengan bantuan kata kunci. Seperti google, yahoo dan bing. 

Kemampuan lain dalam konteks kecakapan digital saat ini adalah bagaimana para pengguna ruang digital mampu memahami kelebihan dan kekurangan sejumlah aplikasi yang tersedia agar kesemuanya itu bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan kita.

Ada banyak aplikasi percakapan dan media sosial yang bisa dipakai diantaranta adalah  Free monster, Myspace, Facebook, Twitter, Widsix, Tumblr, Instagram, Snapchat, Vine dan Tik tok. Sejauh ini aplikasi berbalas pesan yang paling popular adalah washap, line, telegram, we chat dan zoom.

Begitu banyaknya fitur dan aplikasi yang bisa kita manfaatkan untuk hal-hal positif di dunia digital juga perlu diimbangi dengan kecakapa lain yaitu digital safety, keamanan digital. Ada sejumlah informasi di internet yang patut diwaspadai seperti adanya mis-informasi dan disinformasi yaitu konten-konten menyesatkan yang beberapa dibuat untuk meksud menipu ataupun tujuan lainnya.

“Untuk itu ada banyak langkah yang harus kita pahami dan lakukan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan akibat kita meunggah atau membagikan konten berbahaya, semisal memverifikasi sebelum membagikan, cek faktanya dulu benar atau tidak dan pikirkan juga urgensi dan manfaatnya. Selain itu yang juga penting disadari adalah bahwa konten negatif itu melanggar hukum,” bebernya.

Karenanya, sepantasnya memang sosial media digunakan untuk bersinergi dan kolaborasi agar kita tidak menyebarkan konten negatif sebab jika sudah terjadi maka jejak digital akan sulit dihapus dan suatu saat akan mendatangkan masalah.

Manfaat lain perkembangan dunia digital juga sangat penting diterapkan di dunia usaha terutama bagi pelaku UMKM. Seperti yang dikatakan oleh Edri Sengaji Web Design & Social Media Management di webinar yang sama.

Dikatakan Edri sangat penting untuk mensosialisasikan manfaat dunia digital bagi pelaku UMKM, dalam hal ini adalah manfaat dari e-market. “E-market memiliki banyak pilihan yang dapat kita gunakan untuk kemajuan usaha para pelaku UMKM. Para pelaku UMKM bisa memilih mana yang lebih sesuai dengan tujua, target dan kemampuan usaha masing-masing. Ada social media seperti Facebook dan Instagram yang paling popular,  E-commerce atau market place

“Kesemuanya ini bisa menjadi empat listing produk dengan memanfaatkan fitur fitur dan usahakan powerfull di dalamnya sehingga mempermudah transaksi dan shipping.”

Selain Edri dan dr Jessie, pembicara lain yang juga hadir adalah Dion Mario, Defensive Security Manager DANA Indonesia dan Bayu Eka Sari sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*