Cegah Boros, Ini Cara Tepat Mengatur Keuangan di Masa Pandemi

Pegunungan Arfak Papua Barat- Pandemi Covid-19 berdampak pada perekonomian, tidak hanya negara, tapi juga di skala individu dan masyarakat. Untuk itu, penting bagi kita untuk mengatur keuangan agar uang tidak hilang begitu saja karena boros dan perilaku konsumtif.

Silvia Kartika selaku Assistant Vice President, Ecosystem dan Business Development Bank DBS Indonesia mengatakan prinsp utama pengaturan keuangan adalah mencatat pengeluaran dan pemasukan.

“Penting banget untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan kita supaya tahu, uang kita larinya ke mana saja. Sekarang berkat perkembangan teknologi sudah banyak aplikasi pencatat keuangan yang bisa didownload lewat Play Store maupun App Store,” tutur Silvia, dalam Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Pegunungan Arfak, Papua Barat, Kamis (5/8/2021).

Silvia mengatakan setelah melakukan mencatat pengeluaran dan pemasuka, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah melakukan pengaturan alokasi dana.

Ia membagikan sejumlah rumus sederhana yang bisa digunakan untuk membuat alokasi dana bagi masyarakat Indonesia, yakni:

Biaya hidup 30 persen dari total pemasukan. Biaya hidup ini meliputi kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, biaya listrik, air, dan kebutuhan pokok lainnya.

Selanjutnya adalah utang maksimal 30 persen dari total pemasukan. Utang yang dimaksud bisa berupa cicilan KPR, kredit motor atau mobil, dan utang produktif lainnya.

“Tidak boleh utang lebih dari 30 persen, apalagi utang melebihi 50 persen pendapatan karena akan memberatkan dan merugikan kita sendiri nantinya,” tutur Silvia.

Selanjutnya adalah biaya donasi dan zakat, investasi, hingga dana darurat yang masing-masing 10 persen dari total pemasukan.

Bagi Anda yang memiliki kelebihan pemasukan dan ingin menggunakannya untuk liburan atau membeli barang mewah, Silvia menganjurkan biaya yang dikeluarkan tak boleh lebih dari 10 persen.

“Untuk pengeluaran gaya hidup itu maksimal 10 persen. Shopping juga misalnya make up baru, makan di restoran, dan lain lain,” papar Silvia lagi.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.

Dalam webinar kali ini hadir juga, Fadly Arihsan senior IT Security Consultant dari PT Maxplus, Mardewi dosen STIMIK Kreatindo Manokwari, dan Putri Masyifa sebagai key opinion leader.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*