Headlines

Tips Memberikan Pelayanan Terbaik di Bisnis Online

Malaka NTT- Saat ini manusia hidup di era digital yang membuat banyak cara orang melakukan sesuatu berubah. Contohnya dulu menonton sinetron atau melihat hiburan itu di sebagian besar bergantung pada acara di TV tapi kalau sekarang bisa lewat YouTube.

Hal itu dikatakan oleh Ika Febriana Habiba, CX Manager PT Digital Tunai Kita dalam Webinar Literasi Digital wilayah Malaka, Nusa Tenggara Timur, SEnin 23 Agustus 2021. Ia menambahkan dulu kalau berkumpul secara langsung tetapi sekarang bisa dengan online, melalui platform Zoom atau Google meet.

“Dulu kalau belanja harus secara langsung atau ke supermarket, sekarang kita bisa dengan online shop. Bekerja pun begitu, bisa remote online dari mana saja, sementara sebelum pandemi harus offline ke kantor,” jelas Ika dalam webinar yang dipandu oleh Tony Thamrin ini.

Lebih lanjut kata Ika, pengguna internet di Indonesia sangatlah banyak. Dari data yang ada tentang penggunaan internet dan media sosial di Indonesia 2021 dari total populasi 274,9 juta, ada sebanyak 345,3 juta pengguna HP, 202,6 juta pengguna internet dan yang aktif di media sosial (medsos) ada 170 juta orang.

“Dengan melihat perkembangan yang sedemian tinggi tentang penggunaan internet dan media sosial itu ada beberapa hal yang patut diwaspadai yaitu soal etika yang wajib diterapkan di dunia digital. Khususnya dalah hal ini etika pelayanan dalam berbisnis digital,” imbuhnya.

Diungkapkan juga oleh Ika bahwa penerapan aktivitas digital haruslah yang berlandaskan etika. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, perkembangan dunia bisnis setelah mengalami pergerakan Dari proses tradisional menjadi proses digital, namun tentunya harus tetap dijalankan dengan etika bisnis yang baik.  

Untuk itulah kita harus mengetahui apa saja etika bisnis digital.  Di antaranya adalah jujur, adil, ramah, janji untuk ditepati dan mengutamakan pelayan berkualitas pada pelanggan. Selain itu yang juga hrus diingat adalah dalam berbisnis pasti ada kompetitor. Tapi kompetitor bukan berarti musuh malah kita harus menghadapi pesaing dan yang sangat penting juga adalah berdedikasi tinggi.

Saat ini dunia bisnis yang terkait digital bermunculan dengan inovasinya sendiri. Seperti yang kita ketahui bahwa bisnis digital adalah salah satu jenis usaha yang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menciptakan produk maupun dalam pasar pemasaran produk itu sendiri.

Sejumlah bisnis digital yang tengah booming seperti content creator atau YouTuber, blogger, dropshipper, bisnis affiliate marketing dan mengelola toko online. Untuk mengembangkan bisnis yang sudah disebutkan di atas. Ada banyak saluran atau channel yang bisa dimanfaatkan berupa media sosial yaitu Instagram, Facebook, marketplace, Twitter, Tokopedia Shopee dan Lazada.

Khusus untuk marketplace, dari data juga didapat bahwa saat ini sudah ada 4,8 juta UMKM yang bergabung dalam marketplace. Dan sebagian besar pelaku bisnis online yang memanfaatkan platform digital mengalami peningkatan. “80% peningkatan omzet dengan berjualan online daripada hanya offline,” bebernya.

Karenanya sudah seharusnya dunia bisnis beradaptasi dengan online. Ada sejumlah alasan untuk beralih ke online . Di antaranya karena dengan mengandalkan online bisa menghemat waktu yang ada dan tenaga. Selain itu di sejumlah marketplace juga kerap melakukan promo dan kemudahan pembayaran yang apa. Dan relative di dunia online memiliki varian produk yang lebih lengkap dan mudah membandingkan harga barang.

Untuk menerapkan etika dalam berbisnis online dalam memberikan pelayanan terbaik agar bisa terus eksis diminati konsumen sehingga mampu meningkatkan penghasilan ada beberapa cara. Yaitu usahakan selalu bersikap ramah kepada pembeli, menyapa dengan panggilan yang sopan, tidak menyalahgunakan data pembeli, membalas semua pertanyaan yang diajukan pembeli,  jujur dalam menulis deskripsi barang dan packing barang dengan rapi.

Selain Ika, sejumlah pembicara lainnya adalah Anggie Setia Ariningsih, CEO Fintech P2P Lending, Maria Theresia Asa, SS, Penanggungjawab Prigram PKHL di YKPA dan Adhy B Asto sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *