Balinale 2026 Perkuat Koneksi Sinema Asia Melalui Hong Kong Film Gala Presentation Bersama AFAA dan HKETO
Kabardenpasar, 2 Juni 2026 — Penyelenggaraan Bali International Film Festival atau Balinale edisi ke-19 terus memperkuat posisinya sebagai salah satu titik temu penting bagi sinema Asia dan internasional.
Tahun ini, Balinale menghadirkan Hong Kong Film Gala Presentation, sebuah program khusus yang berkolaborasi dengan Asian Film Awards Academy (AFAA) dan didukung oleh Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO).
Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi penting dalam rangkaian Balinale 2026 yang berlangsung pada 1–7 Juni 2026 di Sanur, Bali.
Melalui Hong Kong Film Gala Presentation, enam film pilihan dari Hong Kong dipersembahkan kepada penonton di Bali, komunitas film, media, pelaku industri kreatif, dan tamu internasional.
Enam film yang ditampilkan adalah Road to Vendetta, Night King, Golden Boy, Gamer Girls, Ciao UFO, dan Back to the Past.
Secara keseluruhan, film-film ini mencerminkan keragaman dan kekuatan sinema Hong Kong kontemporer, mulai dari action thriller, drama keluarga, komedi, e-sports, nostalgia urban, hingga fantasi sejarah.
Hong Kong Film Gala Presentation menampilkan pemutaran khusus film Ciao UFO yang disutradarai oleh Patrick Leung Pak-Kin. Berlatar di Wah Fu Estate, Aberdeen, Hong Kong, pada era 1980-an, film ini mengikuti kisah penampakan UFO misterius yang menjadi titik balik dalam kehidupan sejumlah karakter muda.
Melalui nostalgia, memori kota, dan persahabatan, Ciao UFO memperlihatkan kemampuan sinema Hong Kong dalam menggambarkan perubahan sosial dan memori kolektif sebuah komunitas.
Kehadiran Amy Chin, produser Ciao UFO, bersama Wong You Nam, aktor dalam film tersebut, memberikan kesempatan bagi penonton dan komunitas film untuk memahami lebih jauh proses kreatif di balik karya ini.
Hong Kong Film Gala Presentation turut dihadiri oleh Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Bali, bersama komunitas bisnis Tiongkok–Indonesia, para pemimpin bisnis, profesional industri, pembuat film, dan tamu undangan.
Kehadiran mereka memberikan makna penting bagi kolaborasi ini, sekaligus merefleksikan peran sinema sebagai jembatan pertukaran budaya, kolaborasi industri kreatif, serta penguatan hubungan antarmasyarakat antara Hong Kong, Tiongkok, Indonesia, dan kawasan Asia yang lebih luas.
Pendiri sekaligus Festival Director Balinale, Deborah Gabinetti, menyampaikan bahwa keberlanjutan kolaborasi dengan AFAA di Balinale mempertegas nilai kemitraan jangka panjang dalam membawa film-film unggulan Hong Kong ke Bali.
“Melanjutkan kemitraan panjang dan sukses kami dalam menghadirkan karya-karya terbaik sinema Hong Kong ke Bali, Asian Film Awards Academy kembali ke Balinale dengan program film Hong Kong yang menarik dan penampilan tamu-tamu istimewa,” ujar Deborah Gabinetti.
Salah satu sorotan tahun ini adalah kehadiran film Road to Vendetta, action thriller produksi Hong Kong-Jepang karya Albert Njo Kui-Ying, yang menghadirkan kembali energi sinema laga Hong Kong dengan pendekatan kontemporer.
Aktor utamanya, Jeffrey Ngai, hadir dan berbagi pengalaman mengenai proses kreatif dan produksi film tersebut dalam rangkaian Bali Film Forum.
Film lain yang turut memperkaya program ini adalah Night King, drama komedi yang mengeksplorasi dinamika hubungan manusia dengan humor dan emosi; Golden Boy, kisah tentang penebusan, keluarga, dan perjuangan seorang mantan petinju; Back to the Past, adaptasi sinematik dari salah satu kisah televisi klasik Hong Kong yang juga akan dihadiri oleh sutradaranya, Jack Lai; serta Gamer Girls, yang mengangkat dunia e-sports, stereotip gender, dan semangat generasi muda perempuan dalam membangun ruangnya sendiri.
Kehadiran AFAA dan HKETO di Balinale 2026 juga memperkuat posisi festival ini sebagai platform penting bagi diplomasi budaya dan jejaring industri kreatif di kawasan Asia. Melalui film, hubungan antara Hong Kong, Indonesia, dan komunitas sinema internasional dapat dibangun secara lebih dekat, terbuka, dan bermakna.
Balinale 2026 berlangsung pada 1–7 Juni 2026 di kawasan Sanur, Bali, dengan pusat kegiatan di ICON Bali Mall dan Cinema XXI, serta sejumlah program di venue pilihan lainnya. Tahun ini, Balinale menghadirkan 94 film dari 38 negara, termasuk world premiere, international premiere, Asian premiere, program kompetisi, forum industri, workshop, dan pemutaran khusus.
Melalui Hong Kong Film Gala Presentation, Balinale 2026 tidak hanya merayakan sinema Hong Kong, tetapi juga menegaskan bahwa film adalah bahasa universal yang mampu menghubungkan kota, negara, generasi, dan manusia.
Tentang Balinale
Bali International Film Festival, atau Balinale, didirikan pada tahun 2007 dan dikenal sebagai salah satu platform penting untuk memperkenalkan film independen, dokumenter, film panjang, dan film pendek dari Indonesia serta berbagai negara. Balinale mendukung pertukaran budaya, pengembangan industri kreatif, serta ruang pertemuan yang bermakna bagi pembuat film, penonton, komunitas, dan pelaku industri.
Tentang Asian Film Awards Academy (AFAA)
Asian Film Awards Academy didirikan oleh tiga festival film besar Asia, yaitu Busan International Film Festival, Tokyo International Film Festival, dan Hong Kong International Film Festival. AFAA berperan dalam mempromosikan keunggulan sinema Asia, memperkuat pertukaran budaya, serta mendukung perkembangan industri film Asia melalui penghargaan, program pemutaran film, masterclass, dan kegiatan pengembangan talenta.
Tentang Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO)
Hong Kong Economic and Trade Office berperan dalam memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, budaya, dan regional. Dukungan HKETO terhadap program ini mencerminkan komitmen untuk memperluas pertukaran budaya serta memperkenalkan kekuatan industri kreatif Hong Kong kepada audiens internasional.***