Sinergi Akademisi dan Masyarakat Desa Dorong Kemandirian Pangan di Jembrana
Kabardenpasar – Langkah nyata menuju kemandirian pangan berbasis potensi lokal terus diperkuat melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat perdesaan. Hal ini tercermin dalam kegiatan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diinisiasi oleh Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi, Universitas Warmadewa (Unwar) di Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Jembrana.
Akademisi sekaligus Ketua Tim Pengusul PKM Universitas Warmadewa, Ir. Ni Ketut Etty Suwitari, M.Si., mengungkapkan bahwa sinergi ini bertujuan untuk mengonversi hasil peternakan mentah menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Fokus utama pelatihan yang digelar pada Minggu (10/5/2026) tersebut adalah penerapan teknik pengasapan tradisional pada daging.
“Kami melihat potensi besar di Desa Asahduren, khususnya pada sektor peternakan. Namun, tantangan utama peternak adalah daya simpan produk yang singkat dan harga jual yang fluktuatif. Melalui teknik pengasapan tradisional, kita tidak hanya memberikan aroma dan cita rasa yang khas, tetapi juga memperpanjang masa simpan produk secara alami tanpa bahan kimia berbahaya,” ujar Ni Ketut Etty Suwitari di sela-sela kegiatan.
Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 21 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kusuma Dewi dibekali keterampilan praktis dalam memproduksi urutan asap, betutu asap, hingga dendeng asap. Etty menekankan bahwa pemilihan metode tradisional didasari oleh kemudahan implementasi di tingkat rumah tangga dengan peralatan yang tersedia di masyarakat, sehingga kemandirian ekonomi dapat dimulai dari dapur keluarga.
“Kemandirian pangan dimulai ketika masyarakat mampu mengolah apa yang mereka tanam atau ternakkan sendiri. Dengan pengemasan yang lebih higienis dan menarik, produk seperti betutu asap ini memiliki peluang besar untuk menjadi ikon oleh-oleh khas dari perdesaan Jembrana,” tambahnya.
Kegiatan ini tidak hanya terpaku pada aspek produksi, tetapi juga mencakup edukasi mengenai pemilihan bahan baku yang sehat dan teknik pengemasan yang memenuhi standar pasar. Perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat menyambut positif kehadiran para akademisi ini, mengingat transfer pengetahuan (IPTEK) sangat dibutuhkan untuk membuka peluang usaha baru di desa.
Melalui program ini, Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa menegaskan komitmennya dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan, pascapelatihan ini, KWT Kusuma Dewi mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Desa Asahduren yang mampu menopang kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.***